Baru saja ngobrol dengan teman tentang DeFi, keluhan paling banyak adalah soal floating interest rate. Terlihat menarik, tapi begitu dana disetor, bunganya bisa berubah kapan saja—nggak bisa dipastikan berapa yang bisa didapat dalam setengah tahun. Aku yang jadi cukup kesal dengan hal itu, lalu mulai mencari skema fixed interest rate, kemudian ketemu @TermMax .

Pertama, jelaskan mekanismenya: pinjaman dibagi menjadi tiga bagian, FT, XT, dan GT. FT mirip obligasi tanpa kupon, dibeli dengan diskon, lalu saat jatuh tempo ditebus dengan nilai nominal—pemberi pinjaman untung dari selisih harga. GT adalah posisi berbentuk NFT yang mencatat jaminan dan utang. XT berperan untuk menjaga keseimbangan. Peminjam menjaminkan aset untuk mencetak GT dan FT, lalu menjual FT untuk mendapatkan dana. Saat jatuh tempo, peminjam melunasi utang dan menebus kembali aset jaminan. Lalu ada juga Range Order: kurva penetapan harga menuliskan rentang suku bunga ke dalam mekanisme, secara teori bisa menghasilkan kurva yield di rantai.

Lalu poin yang aku lihat sebagai keunggulan: fitur automatic renewal (perpanjangan otomatis) sangat berguna. Setelah jatuh tempo, lewat Dutch auction dicari suku bunga baru; keeper yang mengeksekusi, jadi nggak perlu operasi manual. Tapi apakah sistemnya stabil, yang menentukan ada di apakah keeper cukup terdistribusi, dan data seperti jumlah partisipan aktif serta persentase eksekusi—itu yang benar-benar jadi bantalan keamanan.

Tentu ada juga kekhawatirannya: imbal hasil fixed rate membuat fleksibilitas turun; kalau ingin keluar di tengah jalan, harus jual FT di pasar sekunder, dan harga akan ikut berfluktuasi. Jika volatilitas jaminan tinggi, jumlah yang diterima pada saat jatuh tempo juga mungkin tidak stabil dalam bentuk stablecoin. Jadi strategi pribadiku adalah memprioritaskan aset arus utama dengan market yang konservatif untuk rasio jaminan, dan kalau yield-nya terlalu tinggi, aku anggap dulu sebagai risk premium.

Arah #TermMax menurutku memang masuk akal—DeFi memang kekurangan pendapatan yang pasti untuk waktu yang cukup lama. Tapi apakah benar-benar jadi, tetap bergantung pada kebutuhan pinjaman yang nyata dan likuiditas. Aku akan terus mengamati dulu, sampai penggunaan riil mulai benar-benar naik.

Menurut kalian, kenapa fixed interest rate di chain susah didorong? Apa penyebab utamanya?