Saya pernah melakukan pinjaman berbasis rantai (on-chain), tenor 30 hari. Suku bunganya terlihat bagus. Tapi pada hari ke-10, muncul kesempatan di pasar. Saya ingin menarik dana, dan ternyata saya harus membayar biaya penalti penarikan/pelunasan lebih awal yang mahal, atau menjual piutang tersebut dengan diskon—kalau dihitung, ternyata semua itu sia-sia.
Sejak kejadian itu, saya membangun sebuah kebiasaan: saat melihat produk pinjaman, saya tidak langsung fokus pada seberapa tinggi bunganya. Saya dulu mengecek dulu ambang batas untuk keluar (exit).
Desain FT dari @TermMax membuat saya terus memikirkannya berulang-ulang. FT ini mengubah arus kas masa depan menjadi sekuritisasi lebih awal: satu FT mewakili bukti yang dapat ditukar dengan jumlah tetap pada saat jatuh tempo. Artinya, jika saya ingin keluar, saya tidak perlu bernegosiasi dengan pihak peminjam; cukup menjual FT di pasar sekunder. Dari sisi likuiditas, desain ini memang lebih fleksibel dibandingkan pinjaman tradisional.
Tapi yang bikin saya merasa was-was adalah hal lain. Harga FT akan bergerak mengikuti perubahan suku bunga pasar. Hari ini Anda membeli sertifikat senilai 98, besok ketika suku bunga naik, sertifikat sejenis mungkin hanya bernilai 96. Di buku Anda terlihat rugi mengambang dua. Walaupun pada saat jatuh tempo Anda tetap akan menerima 100 saat ditebus, jika Anda butuh uang di tengah jalan lalu terpaksa menjual, kerugian mengambang dua itu berubah menjadi kerugian nyata. Risiko fluktuasi ini tidak ada pada pinjaman tradisional: jika Anda melunasi lebih cepat, yang hilang biasanya hanya bunga, pokok tidak terdampak oleh fluktuasi pasar.
Jadi menurut saya ada sebuah kompromi (trade-off) yang patut diungkap. TermMax menukar fleksibilitas keluar dengan memperkenalkan volatilitas harga yang mirip obligasi. Di antara fleksibilitas dan kepastian (determinisme), timbangan condong ke fleksibilitas. Apakah pilihan ini baik atau tidak tergantung pada apa yang Anda lebih utamakan: bisa bergerak kapan saja, atau mengutamakan ketenangan pada neraca selama periode berjalan.
Penilaian saya pribadi: desain seperti ini lebih cocok untuk orang yang punya pengalaman trading tertentu dan sanggup menerima fluktuasi nilai bersih (net value). Kalau Anda mengejar keuntungan bunga yang stabil dan tenang, produk pinjaman tradisional dengan jangka waktu tetap mungkin lebih nyaman.
Bagi saya, apakah sebuah proyek bernilai, bukan dilihat apakah proyek itu menyelesaikan semua masalah saya, melainkan apakah pada dimensi tertentu ia memberi kompromi yang jelas. TermMax memberikan opsi, tetapi opsi itu sendiri ada biayanya. Menurut Anda, kompromi ini bagaimana? #termmax
Sejak kejadian itu, saya membangun sebuah kebiasaan: saat melihat produk pinjaman, saya tidak langsung fokus pada seberapa tinggi bunganya. Saya dulu mengecek dulu ambang batas untuk keluar (exit).
Desain FT dari @TermMax membuat saya terus memikirkannya berulang-ulang. FT ini mengubah arus kas masa depan menjadi sekuritisasi lebih awal: satu FT mewakili bukti yang dapat ditukar dengan jumlah tetap pada saat jatuh tempo. Artinya, jika saya ingin keluar, saya tidak perlu bernegosiasi dengan pihak peminjam; cukup menjual FT di pasar sekunder. Dari sisi likuiditas, desain ini memang lebih fleksibel dibandingkan pinjaman tradisional.
Tapi yang bikin saya merasa was-was adalah hal lain. Harga FT akan bergerak mengikuti perubahan suku bunga pasar. Hari ini Anda membeli sertifikat senilai 98, besok ketika suku bunga naik, sertifikat sejenis mungkin hanya bernilai 96. Di buku Anda terlihat rugi mengambang dua. Walaupun pada saat jatuh tempo Anda tetap akan menerima 100 saat ditebus, jika Anda butuh uang di tengah jalan lalu terpaksa menjual, kerugian mengambang dua itu berubah menjadi kerugian nyata. Risiko fluktuasi ini tidak ada pada pinjaman tradisional: jika Anda melunasi lebih cepat, yang hilang biasanya hanya bunga, pokok tidak terdampak oleh fluktuasi pasar.
Jadi menurut saya ada sebuah kompromi (trade-off) yang patut diungkap. TermMax menukar fleksibilitas keluar dengan memperkenalkan volatilitas harga yang mirip obligasi. Di antara fleksibilitas dan kepastian (determinisme), timbangan condong ke fleksibilitas. Apakah pilihan ini baik atau tidak tergantung pada apa yang Anda lebih utamakan: bisa bergerak kapan saja, atau mengutamakan ketenangan pada neraca selama periode berjalan.
Penilaian saya pribadi: desain seperti ini lebih cocok untuk orang yang punya pengalaman trading tertentu dan sanggup menerima fluktuasi nilai bersih (net value). Kalau Anda mengejar keuntungan bunga yang stabil dan tenang, produk pinjaman tradisional dengan jangka waktu tetap mungkin lebih nyaman.
Bagi saya, apakah sebuah proyek bernilai, bukan dilihat apakah proyek itu menyelesaikan semua masalah saya, melainkan apakah pada dimensi tertentu ia memberi kompromi yang jelas. TermMax memberikan opsi, tetapi opsi itu sendiri ada biayanya. Menurut Anda, kompromi ini bagaimana? #termmax