#dusk $DUSK
Anggap saja saya membeli obligasi di blockchain.
Uang sudah dipotong.
Tapi hasilnya: obligasinya tidak masuk.
Atau sebaliknya:
Obligasinya sudah ditransfer ke saya, tetapi penjual di sana tidak menerima uang.
Hal seperti ini pada transfer biasa mungkin hanya berarti “transaksinya gagal”.
Kalau di ranah keuangan, itu artinya seluruh pokok dana terekspos risiko.
Belakangan saya melihat desain settlement untuk @Dusk , dan justru saya jadi paling ingat dengan tiga huruf DvP.
Delivery versus Payment.
Dalam bahasa yang mudah:
kaki aset dan kaki pembayaran jangan jalan sendiri-sendiri.
Sebaiknya diikat dalam kondisi settlement yang sama.
Uang bisa diserahkan, maka aset baru diserahkan.
Aset bisa diserahkan, maka uang baru dianggap benar-benar selesai.
Itulah juga mengapa sekarang saya merasa:
成交 dan Settlement itu sebenarnya bukan hal yang sama.
成交 hanya berarti kedua pihak sudah sepakat.
Settlement barulah uang dan barang benar-benar saling lunas.
Deterministic finality dan workflow yang DvP-ready yang ditekankan Dusk pada dasarnya adalah upaya untuk menyambungkan dua hal ini.
Dusk Trade juga mengoordinasikan asset leg dan payment leg, serta settlement, dalam satu alur proses yang sama.
Tapi jangan dibesar-besarkan jadi “kalau pakai DvP, tidak ada risiko”.
Bukan begitu.
Kalau transaksi akhirnya tidak tersettlement, Anda tetap bisa kehilangan harga, dan Anda juga bisa saja kekurangan likuiditas sementara.
Yang utamanya ia selesaikan adalah hal lain:
Jangan sampai uang saya sudah dibayar, tapi asetnya tidak saya terima.
Atau aset sudah diberikan, tapi uangnya tidak kembali.
Jadi pemahaman paling sederhana saya tentang DvP adalah:
Ia tidak menjamin transaksi selalu berhasil selamanya.
Ia hanya berusaha menghindari ketika transaksi gagal, kegagalannya hanya terjadi setengah saja.
Menurut saya, ini jauh lebih nyata daripada sekadar membahas “settlement lebih cepat”.
Anggap saja saya membeli obligasi di blockchain.
Uang sudah dipotong.
Tapi hasilnya: obligasinya tidak masuk.
Atau sebaliknya:
Obligasinya sudah ditransfer ke saya, tetapi penjual di sana tidak menerima uang.
Hal seperti ini pada transfer biasa mungkin hanya berarti “transaksinya gagal”.
Kalau di ranah keuangan, itu artinya seluruh pokok dana terekspos risiko.
Belakangan saya melihat desain settlement untuk @Dusk , dan justru saya jadi paling ingat dengan tiga huruf DvP.
Delivery versus Payment.
Dalam bahasa yang mudah:
kaki aset dan kaki pembayaran jangan jalan sendiri-sendiri.
Sebaiknya diikat dalam kondisi settlement yang sama.
Uang bisa diserahkan, maka aset baru diserahkan.
Aset bisa diserahkan, maka uang baru dianggap benar-benar selesai.
Itulah juga mengapa sekarang saya merasa:
成交 dan Settlement itu sebenarnya bukan hal yang sama.
成交 hanya berarti kedua pihak sudah sepakat.
Settlement barulah uang dan barang benar-benar saling lunas.
Deterministic finality dan workflow yang DvP-ready yang ditekankan Dusk pada dasarnya adalah upaya untuk menyambungkan dua hal ini.
Dusk Trade juga mengoordinasikan asset leg dan payment leg, serta settlement, dalam satu alur proses yang sama.
Tapi jangan dibesar-besarkan jadi “kalau pakai DvP, tidak ada risiko”.
Bukan begitu.
Kalau transaksi akhirnya tidak tersettlement, Anda tetap bisa kehilangan harga, dan Anda juga bisa saja kekurangan likuiditas sementara.
Yang utamanya ia selesaikan adalah hal lain:
Jangan sampai uang saya sudah dibayar, tapi asetnya tidak saya terima.
Atau aset sudah diberikan, tapi uangnya tidak kembali.
Jadi pemahaman paling sederhana saya tentang DvP adalah:
Ia tidak menjamin transaksi selalu berhasil selamanya.
Ia hanya berusaha menghindari ketika transaksi gagal, kegagalannya hanya terjadi setengah saja.
Menurut saya, ini jauh lebih nyata daripada sekadar membahas “settlement lebih cepat”.