🚨 Bitcoin Tembus $79.000, Tapi Bukan Karena QE yang Mendorongnya

Bitcoin berhasil melewati $79.000, naik lebih dari 23% minggu ini—kenaikan mingguan terbesar sejak Maret 2023. Pemicunya tidak biasa: pengumuman buyback obligasi pemerintah AS, bukan suntikan likuiditas dari The Fed.
Apa yang sebenarnya terjadi:
Mulai 9 Sept hingga 4 Nov, Treasury akan membeli kembali lebih dari $4 miliar obligasi berdurasi panjang miliknya (10–30 tahun) per operasi, menggandakan batas sebelumnya $2B. Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan besarnya "bisa lebih dari $4 miliar per seri".

Mengapa ini bukan QE atau YCC:
Ini didanai dari hasil utang jangka pendek, bukan dari uang yang baru diciptakan. ekonom Lance Roberts membandingkannya dengan "Operation Twist 2.0," strategi The Fed tahun 2011 untuk menurunkan imbal hasil jangka panjang tanpa memperluas jumlah uang beredar.

Mengapa pasar tetap reli meski begitu:
Para analis berpendapat ini kurang soal buyback-nya sendiri (kecil dibanding total pasokan obligasi) dan lebih tentang sinyal yang dikirim: para pembuat kebijakan makin gelisah dengan biaya pinjaman yang berada di dekat level tertinggi sejak 2007.

Sebagian melihat ini sebagai langkah menuju kontrol kurva imbal hasil (YCC) The Fed yang lebih agresif di masa depan—yang akan benar-benar bersifat stimulatif.
Deutsche Bank menyebut pengumuman itu sebagai "bentuk pelonggaran finansial yang halus": kebijakan yang menjaga biaya pinjaman riil tetap rendah dengan membiarkan inflasi menggerus nilai utang dari waktu ke waktu. Secara historis, dinamika ini bersifat bullish untuk aset keras seperti bitcoin dan emas.

#dyor #NFA✅