Beberapa waktu lalu aku dapat pekerjaan baru. Saat pindah rumah, aku memanggil truk kargo lewat layanan sejenis “Huo La La”. Setelah supirnya tiba, dia memegang selembar kertas sambil mencari nomor rumah dari satu gedung ke gedung lainnya. Sudah berputar tiga kali, tapi tetap tidak ketemu. Aku turun menjemputnya, dan kulihat di peta di ponselnya titik biru itu terus berputar di lorong yang sama. Dia bilang, “Nomor gedung di kompleks kalian kayak labirin. Ngomong pakai pengeras suara sekali lebih manjur daripada navigasi.”
Saat dia sedang mundur, aku tiba-tiba kepikiran—lapisan jaringan dalam blockchain, sepertinya juga seperti itu.
Kebanyakan blockchain publik untuk siaran P2P memakai protokol Gossip. Pesan datang, lalu “siapa yang ketemu siapa yang diberi tahu”, persis seperti petugas perumahan kompleks yang teriak pakai megafon, “siapa yang parkir menghalangi jalan!”. Sederhana dan kasar, tapi efisien. Setiap pesan harus melewati banyak node perantara supaya bisa tersebar ke seluruh jaringan—makin banyak node, makin macet. Ethereum saja tahan bertahun-tahun, menurutku itu karena semua orang sudah terbiasa.
Di whitepaper Dusk ada satu hal yang membuatku membaca dua kali—Kadcast. Mereka tidak pakai gaya teriak megafon seperti itu. Mereka menggunakan routing terstruktur berbasis algoritma Kademlia: pesan hanya dikirim ke arah tertentu, kompleksitas siaran turun dari O(n) menjadi O(log n). Data resmi menyebut Kadcast bisa menghemat bandwidth 25% sampai 50% dibanding Gossip. Yang lebih “keras” lagi, dalam simulasi pemutusan 30% node secara ekstrem, Kadcast masih bisa menyusun ulang rute dalam skala milidetik. Ibaratnya, kompleks mendadak menutup sepertiga jalan—kurir ojek online tetap bisa mengganti rute dengan cepat dan tetap antar tepat waktu.
Secara jujur, aku sudah terlalu sering melihat proyek yang beradu tenaga di lapisan konsensus—ulang-ulang bikin makin rumit—tapi tidak ada yang mau menyentuh kerjaan kotor dan melelahkan di lapisan jaringan ini. Konsensus seberapa pun hebatnya, kalau pesan tidak bisa dikirim, ya percuma. Dusk mau mengerjakan hal “yang tidak kelihatan”, seperti Kadcast, dibanding yang cuma bisa mengumbar TPS. Pada hari pindahan, supir akhirnya berkata, “Kalau navigasinya tidak akurat, jalannya harus dicari sendiri.” Blockchain juga sama—kalau arsitektur lapisan bawah tidak direkonstruksi, semua inovasi di lapisan atas cuma jadi bangunan di atas angin.
#dusk $DUSK @Dusk
Saat dia sedang mundur, aku tiba-tiba kepikiran—lapisan jaringan dalam blockchain, sepertinya juga seperti itu.
Kebanyakan blockchain publik untuk siaran P2P memakai protokol Gossip. Pesan datang, lalu “siapa yang ketemu siapa yang diberi tahu”, persis seperti petugas perumahan kompleks yang teriak pakai megafon, “siapa yang parkir menghalangi jalan!”. Sederhana dan kasar, tapi efisien. Setiap pesan harus melewati banyak node perantara supaya bisa tersebar ke seluruh jaringan—makin banyak node, makin macet. Ethereum saja tahan bertahun-tahun, menurutku itu karena semua orang sudah terbiasa.
Di whitepaper Dusk ada satu hal yang membuatku membaca dua kali—Kadcast. Mereka tidak pakai gaya teriak megafon seperti itu. Mereka menggunakan routing terstruktur berbasis algoritma Kademlia: pesan hanya dikirim ke arah tertentu, kompleksitas siaran turun dari O(n) menjadi O(log n). Data resmi menyebut Kadcast bisa menghemat bandwidth 25% sampai 50% dibanding Gossip. Yang lebih “keras” lagi, dalam simulasi pemutusan 30% node secara ekstrem, Kadcast masih bisa menyusun ulang rute dalam skala milidetik. Ibaratnya, kompleks mendadak menutup sepertiga jalan—kurir ojek online tetap bisa mengganti rute dengan cepat dan tetap antar tepat waktu.
Secara jujur, aku sudah terlalu sering melihat proyek yang beradu tenaga di lapisan konsensus—ulang-ulang bikin makin rumit—tapi tidak ada yang mau menyentuh kerjaan kotor dan melelahkan di lapisan jaringan ini. Konsensus seberapa pun hebatnya, kalau pesan tidak bisa dikirim, ya percuma. Dusk mau mengerjakan hal “yang tidak kelihatan”, seperti Kadcast, dibanding yang cuma bisa mengumbar TPS. Pada hari pindahan, supir akhirnya berkata, “Kalau navigasinya tidak akurat, jalannya harus dicari sendiri.” Blockchain juga sama—kalau arsitektur lapisan bawah tidak direkonstruksi, semua inovasi di lapisan atas cuma jadi bangunan di atas angin.
#dusk $DUSK @Dusk
