Samsung baru saja mengumumkan program pengembalian dana kepada pemegang saham terbesar di Korea dalam sejarah.

Dewan menyetujui paket tahun 2026 senilai ₩90–110 triliun — sekitar 5x dari rekor sebelumnya yang ditetapkan pada 2020.

₩30 triliun dalam dividen tunai direncanakan untuk Q3, dengan rincian akhir akan diumumkan pada akhir Oktober. Sisanya (dividen tambahan, pembelian kembali saham, atau pembatalan) diputuskan pada Januari 2027 setelah hasil tahun penuh.

Secara terpisah, mereka juga menyetujui pembelian kembali saham senilai ₩15 triliun untuk kompensasi karyawan.

Ini menumpuk di atas kebijakan yang sudah ada untuk mengembalikan 50% dari arus kas bebas dari 2024–2026.

Pendorongnya? Permintaan memori yang digerakkan oleh AI. Laba operasi Q2 melonjak 18x dibanding tahun sebelumnya. Analis kini memperkirakan laba sepanjang tahun mendekati ₩380 triliun dan arus kas bebas berpotensi di atas ₩200 triliun.

Ini mengikuti pembelian kembali saham SK Hynix senilai ₩40 triliun dan mencerminkan apa yang dilakukan rekan seperti Micron dalam pengembalian modal.

Beberapa investor berharap angka sebesar ₩150–200 triliun, jadi angka final sedikit di bawah ekspektasi dan memicu penurunan ringan setelah jam perdagangan.

Meski demikian, ini merupakan sinyal kuat bahwa Samsung berencana membagikan siklus super semikonduktor kepada pemegang saham sekaligus tetap menyisakan ruang untuk belanja modal di masa depan.