Muncaknya popularitas karakter “Sapi yang ramai” membuat pasar mulai kembali menaruh perhatian pada hal penting: IP. Baru-baru ini, IPX secara resmi memberi lisensi kepada Minicoin untuk IP stiker teratas mereka, Minini, melalui akun @mini_cto dari proyek Web3 tersebut.
IPX adalah perusahaan induk di balik @_LINEFRIENDS. Sepertinya semua orang tahu LINE itu seperti WeChat-nya Jepang dan Korea. Budaya stiker LINE sudah lama dikenal cukup bagus. Kali ini, lisensi yang diberikan ke Minicoin untuk karakter Minini adalah karakter stiker orisinal ciptaan mereka—jadi kemungkinan besar semua orang pernah melihatnya.
Minicoin adalah proyek “IP on-chain” dalam ekosistem Creditcoin @Creditcoin. Yang mereka kerjakan belakangan ini cukup menarik, jadi sebaiknya perhatikan juga.
Creditcoin sendiri adalah Layer1 blockchain yang berfokus pada RWA.
Nah, konsep “IP on-chain” yang dilakukan Minicoin pada dasarnya juga merupakan upaya membuat RWA. IP pada awalnya termasuk “aset off-chain”. Kepemilikannya dapat dibuktikan lewat perjanjian hukum tentang siapa pemilik IP yang sebenarnya. Minicoin ingin membuka cara pengesahan/pembuktian (certainty) IP off-chain tersebut ke dalam blockchain.
Artis/kreator sekarang bisa datang ke platform Minicoin, membungkus karya IP mereka menjadi NFT (bentuk karya yang saat ini didukung: stiker, musik, dan karakter virtual). Setelah itu, platform Minicoin akan membantu artis/kreator yang mengunggah karya IP tersebut untuk mengajukan perjanjian hukum IP di ranah off-chain.
Pada akhirnya, tercapai “siapa pun yang memegang NFT ini, dialah pemilik seluruh hak atas IP tersebut”—kepemilikan ini tidak hanya berlaku di blockchain, tapi juga memiliki efek hukum di dunia nyata/off-chain—sehingga benar-benar mewujudkan pengesahan IP.
Saya rasa langkah Minicoin ini memang menutupi kekurangan NFT dalam urusan pengesahan IP.
Di Web3, memang jika Anda memegang NFT, Anda dianggap sebagai pemilik IP dari NFT tersebut. Namun di dunia off-chain, klaim semacam itu sulit untuk dipertanggungjawabkan. Di off-chain, kepastian pengesahan IP punya caranya sendiri, yakni lewat perjanjian hukum. Cara Minicoin justru mengisi celah tersebut.
Selain itu, di platform Minicoin, pasar juga bisa membayar untuk membeli hak penggunaan IP. Perjanjian Minicoin akan secara otomatis mengonversi pendapatan tersebut menjadi $MINI lalu merutekannya ke pemegang NFT. Seluruh proses dilakukan sepenuhnya melalui smart contract, jadi pihak proyek tidak bisa menyentuh uang tersebut.
Sistem ini juga mendukung penarikan kembali (redeem). Yakni, pemilik NFT bisa melakukan Burn pada NFT, lalu menebus secara off-chain perjanjian hukum kepemilikan penuh IP ke pihak platform Minicoin.
Secara keseluruhan, menurut saya apa yang dilakukan Minicoin cukup menarik. Untuk artis/kreator seni digital, ke depannya mungkin bisa menjadi pilihan penerbitan aset yang lebih baik.
IPX adalah perusahaan induk di balik @_LINEFRIENDS. Sepertinya semua orang tahu LINE itu seperti WeChat-nya Jepang dan Korea. Budaya stiker LINE sudah lama dikenal cukup bagus. Kali ini, lisensi yang diberikan ke Minicoin untuk karakter Minini adalah karakter stiker orisinal ciptaan mereka—jadi kemungkinan besar semua orang pernah melihatnya.
Minicoin adalah proyek “IP on-chain” dalam ekosistem Creditcoin @Creditcoin. Yang mereka kerjakan belakangan ini cukup menarik, jadi sebaiknya perhatikan juga.
Creditcoin sendiri adalah Layer1 blockchain yang berfokus pada RWA.
Nah, konsep “IP on-chain” yang dilakukan Minicoin pada dasarnya juga merupakan upaya membuat RWA. IP pada awalnya termasuk “aset off-chain”. Kepemilikannya dapat dibuktikan lewat perjanjian hukum tentang siapa pemilik IP yang sebenarnya. Minicoin ingin membuka cara pengesahan/pembuktian (certainty) IP off-chain tersebut ke dalam blockchain.
Artis/kreator sekarang bisa datang ke platform Minicoin, membungkus karya IP mereka menjadi NFT (bentuk karya yang saat ini didukung: stiker, musik, dan karakter virtual). Setelah itu, platform Minicoin akan membantu artis/kreator yang mengunggah karya IP tersebut untuk mengajukan perjanjian hukum IP di ranah off-chain.
Pada akhirnya, tercapai “siapa pun yang memegang NFT ini, dialah pemilik seluruh hak atas IP tersebut”—kepemilikan ini tidak hanya berlaku di blockchain, tapi juga memiliki efek hukum di dunia nyata/off-chain—sehingga benar-benar mewujudkan pengesahan IP.
Saya rasa langkah Minicoin ini memang menutupi kekurangan NFT dalam urusan pengesahan IP.
Di Web3, memang jika Anda memegang NFT, Anda dianggap sebagai pemilik IP dari NFT tersebut. Namun di dunia off-chain, klaim semacam itu sulit untuk dipertanggungjawabkan. Di off-chain, kepastian pengesahan IP punya caranya sendiri, yakni lewat perjanjian hukum. Cara Minicoin justru mengisi celah tersebut.
Selain itu, di platform Minicoin, pasar juga bisa membayar untuk membeli hak penggunaan IP. Perjanjian Minicoin akan secara otomatis mengonversi pendapatan tersebut menjadi $MINI lalu merutekannya ke pemegang NFT. Seluruh proses dilakukan sepenuhnya melalui smart contract, jadi pihak proyek tidak bisa menyentuh uang tersebut.
Sistem ini juga mendukung penarikan kembali (redeem). Yakni, pemilik NFT bisa melakukan Burn pada NFT, lalu menebus secara off-chain perjanjian hukum kepemilikan penuh IP ke pihak platform Minicoin.
Secara keseluruhan, menurut saya apa yang dilakukan Minicoin cukup menarik. Untuk artis/kreator seni digital, ke depannya mungkin bisa menjadi pilihan penerbitan aset yang lebih baik.
