Para senior dulu pernah bilang "selama masih ada uang, masih ada peluang" tapi leverage trading itu kalau masih ada posisi belum tentu masih ada uang 😂

Buat yang pernah kena liquidation pasti paham rasanya. Thesis-nya benar, tapi harga jalan malah berlawanan dulu, health factor turun, margin tidak sempat ditambah… posisi melayang sebelum pasar sempat berbalik.

Itulah juga alasan saya merasa TermMax Alpha cukup menarik.

Ini bukan “penyelamat” untuk semua trader, tapi untuk kelompok tertentu, ini sedang mengubah cara saya memandang leverage.

Daripada masuk ke perp, menanggung margin, funding rate, lalu hidup dalam ketakutan liquidation, Alpha memberi saya pendekatan lain: membayar premium di awal dan tahu lebih dulu batas kerugian maksimum.

Saya melihat @TermMax cocok dengan gaya event-driven trading: token baru listing di Binance Alpha, sebuah narrative yang sebentar lagi punya katalis, tokenized stock sebelum earnings/news, atau peluang yang diprediksi volatilitasnya kuat dalam 7–30 hari.

Satu poin lain yang cukup saya suka adalah Physical Delivery. Untuk aset dengan likuiditas yang tipis, Net Settlement kadang masih menghadapi slippage/MEV. Physical Delivery memungkinkan menerima aset beneran lalu diproses di tempat yang likuiditasnya lebih baik.

Di sisi trader, ada Dual Investment.

Trader membayar premium → liquidity provider menerima premium + yield.

Jadi Alpha tidak hanya menciptakan instrumen untuk orang yang ingin long/short, tapi juga menciptakan satu sisi penyedia likuiditas dengan insentif yang jelas.

Tentu saja masih ada fixed maturity, likuiditas/depth, settlement cost, smart contract, dan risiko oracle. Jadi jangan mengartikan “no liquidation” = “no risk”.

Buat saya, nilai terbesar dari #TermMax Alpha ada pada kenyataan bahwa ia mengubah psikologi trader.

Dari:
“Bagaimana caranya supaya tidak kena thanh likuid?”
Menjadi:
“Saya siap bayar berapa supaya bisa membatasi jumlah kerugian, dan seberapa besar peluang thesis saya benar?”