Saudara-saudaraku.
Tadi malam lihat laporan keuangan Alibaba, Alibaba Cloud ternyata sudah punya arus kas!
Pendapatan cloud AI melonjak 45%, dan laba langsung naik lebih dari dua kali (133%).
Artinya apa? Artinya desain “gila infrastruktur AI” yang dulu dibuat dengan menghabiskan semuanya sudah mulai “balik modal” dengan uang sungguhan.
Kawan-kawan mengerahkan tenaga melatih model, menjalankan inferensi—uang di dompet benar-benar mengalir masuk ke server-server Alibaba.
Ini yang disebut “mengasuh AI lewat cloud”, dan untuk permulaan, masih tergolong lumayan.
Tapi jangan senang dulu.
Coba lihat tagihan di sebelah sana, hampir bikin sesak napas.
Lapisan aplikasi AI, yaitu agen-agen cerdas yang bisa kita sentuh dan lihat, dalam satu kuartal merugi 13,8 miliar.
Di satu sisi, cloud baru saja dilepas dari ICU, sudah turun dan berjalan.
Di sisi lain, “mesin penghisap uang” aplikasi AI masih terus menyebar uang dalam jumlah besar di ruang operasi.
Pola ini terlalu familiar.
Yang khas: “tangan kiri membayar tangan kanan”—di sini cloud kerja keras memindahkan batu untuk cari sedikit darah dan keringat, lalu begitu selesai, semuanya disalurkan ke pihak saudara-saudara yang bikin model besar di kanan sana untuk dibakar.
Kalau dibilang halus namanya investasi strategis, tapi kalau terus terang intinya: kakak belum bisa lepas susu, semuanya masih ditopang oleh adik yang kerja berat.
Lalu masalahnya: apakah lingkaran tertutup ini benar-benar stabil?
Kuncinya ada di kuartal berikutnya.
Kalau laju pertumbuhan laba cloud melambat, sementara kecepatan pembakaran uang di sisi AI tak juga bisa dihentikan, pasar akan mulai berbisik: cerita “mengasuh AI lewat cloud” ini, apa memang sudah tak bisa diceritakan lagi?
Nanti jangan berharap bisa “makan daging”; bahkan sup pun belum tentu bisa diminum.
Jadi, sekarang jangan buru-buru tanya “kapan bisa keluar dari lubang”.
Ini seperti menanam pohon buah: menggali lubang, menimbun tanah, menyiram air—tahun-tahun awal yang terlihat cuma uang yang terus masuk.
Tapi kalau kamu benar-benar yakin buah yang dihasilkannya bisa dijual dengan harga tinggi, maka kamu harus sabar menunggu sampai akarnya benar-benar tumbuh.
Aplikasi AI Alibaba sekarang masih mengakar dan bercabang di kedalaman sekitar tiga meter di bawah tanah.
Soal kapan bisa menembus tanah?
Tidak perlu menebak—ketika akhirnya benar-benar berbunga dan berbuah, pasar dengan sendirinya akan memberi jawabannya.
Buat para saudara-saudara di Alibaba, lubang ini masih harus dijalani, tapi setidaknya cahaya di dasar lubangnya, sepertinya sudah sedikit lebih terang.$BABAB
Tadi malam lihat laporan keuangan Alibaba, Alibaba Cloud ternyata sudah punya arus kas!
Pendapatan cloud AI melonjak 45%, dan laba langsung naik lebih dari dua kali (133%).
Artinya apa? Artinya desain “gila infrastruktur AI” yang dulu dibuat dengan menghabiskan semuanya sudah mulai “balik modal” dengan uang sungguhan.
Kawan-kawan mengerahkan tenaga melatih model, menjalankan inferensi—uang di dompet benar-benar mengalir masuk ke server-server Alibaba.
Ini yang disebut “mengasuh AI lewat cloud”, dan untuk permulaan, masih tergolong lumayan.
Tapi jangan senang dulu.
Coba lihat tagihan di sebelah sana, hampir bikin sesak napas.
Lapisan aplikasi AI, yaitu agen-agen cerdas yang bisa kita sentuh dan lihat, dalam satu kuartal merugi 13,8 miliar.
Di satu sisi, cloud baru saja dilepas dari ICU, sudah turun dan berjalan.
Di sisi lain, “mesin penghisap uang” aplikasi AI masih terus menyebar uang dalam jumlah besar di ruang operasi.
Pola ini terlalu familiar.
Yang khas: “tangan kiri membayar tangan kanan”—di sini cloud kerja keras memindahkan batu untuk cari sedikit darah dan keringat, lalu begitu selesai, semuanya disalurkan ke pihak saudara-saudara yang bikin model besar di kanan sana untuk dibakar.
Kalau dibilang halus namanya investasi strategis, tapi kalau terus terang intinya: kakak belum bisa lepas susu, semuanya masih ditopang oleh adik yang kerja berat.
Lalu masalahnya: apakah lingkaran tertutup ini benar-benar stabil?
Kuncinya ada di kuartal berikutnya.
Kalau laju pertumbuhan laba cloud melambat, sementara kecepatan pembakaran uang di sisi AI tak juga bisa dihentikan, pasar akan mulai berbisik: cerita “mengasuh AI lewat cloud” ini, apa memang sudah tak bisa diceritakan lagi?
Nanti jangan berharap bisa “makan daging”; bahkan sup pun belum tentu bisa diminum.
Jadi, sekarang jangan buru-buru tanya “kapan bisa keluar dari lubang”.
Ini seperti menanam pohon buah: menggali lubang, menimbun tanah, menyiram air—tahun-tahun awal yang terlihat cuma uang yang terus masuk.
Tapi kalau kamu benar-benar yakin buah yang dihasilkannya bisa dijual dengan harga tinggi, maka kamu harus sabar menunggu sampai akarnya benar-benar tumbuh.
Aplikasi AI Alibaba sekarang masih mengakar dan bercabang di kedalaman sekitar tiga meter di bawah tanah.
Soal kapan bisa menembus tanah?
Tidak perlu menebak—ketika akhirnya benar-benar berbunga dan berbuah, pasar dengan sendirinya akan memberi jawabannya.
Buat para saudara-saudara di Alibaba, lubang ini masih harus dijalani, tapi setidaknya cahaya di dasar lubangnya, sepertinya sudah sedikit lebih terang.$BABAB