Tadi malam saya mengulang baca whitepaper TMX untuk kesekian kalinya nomor @TermMax . Di beberapa bagian “tata kelola kekuasaan”, saya berkali-kali menggarisbawahi detail yang jarang dibahas: setelah staking TMX, bukan hanya bisa mendapatkan reward, tetapi juga memperoleh kekuatan tata kelola yang lebih kuat—berpartisipasi dalam penyesuaian parameter risiko pasar, mekanisme terkait oracle, serta hal-hal kunci seperti daftar putih Curator. Masalah sesungguhnya adalah—ketika tata kelola mulai bersentuhan dengan “parameter risiko”, siapa pun yang memegang suara, berpotensi memengaruhi bagaimana uang mengalir. (TS Finance Docs)
Di industri, orang biasanya memahami tata kelola sebagai “voting komunitas”, tapi saya justru merasa itu adalah zona buta yang paling mudah diabaikan. Dalam kenyataan, pemungutan suara dewan pengurus lingkungan (pengurus RT/RW atau semacamnya) tidak jauh berbeda dengan RUPS pemegang saham biasa: ketika sudah sampai pada keputusan yang langsung memengaruhi kepentingan, seperti biaya parkir atau anggaran perbaikan, pihak yang suaranya lebih banyak otomatis punya pengaruh lebih besar.
DeFi hanya memindahkan proses itu ke blockchain, dan hasilnya tidak otomatis menjadi lebih adil.
Gambaran di kepala saya tentang mekanisme TermMax seperti ini: sebuah koperasi besar, aturan tertulis di dinding, semua orang bisa memberi suara untuk mengubahnya; tapi di gudang, orang dengan stok barang sungguhannya—dan jumlah dana terbesar—memegang suara terbanyak. Selama perubahan aturan bisa membuat keuntungan dari dananya lebih tinggi, dia punya insentif untuk terus menimbun koin, lalu memakai lebih banyak suara untuk mengubah aturan putaran berikutnya. Siklus inilah yang paling membuat saya waspada.
Lalu, lihat TMX itu sendiri: ini bukan sekadar “koin biaya”. Whitepaper menempatkannya pada posisi tata kelola, staking, insentif, dan penangkapan nilai protokol: totalnya tetap 1 miliar keping, dan melalui staking ia memperoleh sTMX. Di saat yang sama, sebagian pendapatan seperti biaya transaksi protokol, biaya pinjaman, biaya likuidasi, dan sejenisnya dihubungkan dengan mekanisme insentif. (TS Finance Docs) Artinya nilai inti TMX tidak hanya “sekadar” terkait penggunaan Gas, melainkan perlahan menjadi gabungan “hak atas aturan + hak atas pendapatan”.
Saya mengapresiasi poin desainnya—setidaknya ia mencoba mengikat pemegang dalam jangka panjang dengan perkembangan protokol. Tetapi saya ingin mengajukan pertanyaan yang lebih tajam: ketika para pemegang besar sekaligus memiliki dana, hak suara, dan kemampuan menyusun aturan, tata kelola sesungguhnya sedang melindungi sistem, atau bisa berubah menjadi semacam pengali keuntungan yang sah?
Banyak orang mengira “voting di rantai = adil”. Namun saya justru berpikir sebaliknya: yang perlu dilihat adalah siapa yang paling mampu mengubah hasil voting menjadi keuntungan.
#termmax @TermMax
Di industri, orang biasanya memahami tata kelola sebagai “voting komunitas”, tapi saya justru merasa itu adalah zona buta yang paling mudah diabaikan. Dalam kenyataan, pemungutan suara dewan pengurus lingkungan (pengurus RT/RW atau semacamnya) tidak jauh berbeda dengan RUPS pemegang saham biasa: ketika sudah sampai pada keputusan yang langsung memengaruhi kepentingan, seperti biaya parkir atau anggaran perbaikan, pihak yang suaranya lebih banyak otomatis punya pengaruh lebih besar.
DeFi hanya memindahkan proses itu ke blockchain, dan hasilnya tidak otomatis menjadi lebih adil.
Gambaran di kepala saya tentang mekanisme TermMax seperti ini: sebuah koperasi besar, aturan tertulis di dinding, semua orang bisa memberi suara untuk mengubahnya; tapi di gudang, orang dengan stok barang sungguhannya—dan jumlah dana terbesar—memegang suara terbanyak. Selama perubahan aturan bisa membuat keuntungan dari dananya lebih tinggi, dia punya insentif untuk terus menimbun koin, lalu memakai lebih banyak suara untuk mengubah aturan putaran berikutnya. Siklus inilah yang paling membuat saya waspada.
Lalu, lihat TMX itu sendiri: ini bukan sekadar “koin biaya”. Whitepaper menempatkannya pada posisi tata kelola, staking, insentif, dan penangkapan nilai protokol: totalnya tetap 1 miliar keping, dan melalui staking ia memperoleh sTMX. Di saat yang sama, sebagian pendapatan seperti biaya transaksi protokol, biaya pinjaman, biaya likuidasi, dan sejenisnya dihubungkan dengan mekanisme insentif. (TS Finance Docs) Artinya nilai inti TMX tidak hanya “sekadar” terkait penggunaan Gas, melainkan perlahan menjadi gabungan “hak atas aturan + hak atas pendapatan”.
Saya mengapresiasi poin desainnya—setidaknya ia mencoba mengikat pemegang dalam jangka panjang dengan perkembangan protokol. Tetapi saya ingin mengajukan pertanyaan yang lebih tajam: ketika para pemegang besar sekaligus memiliki dana, hak suara, dan kemampuan menyusun aturan, tata kelola sesungguhnya sedang melindungi sistem, atau bisa berubah menjadi semacam pengali keuntungan yang sah?
Banyak orang mengira “voting di rantai = adil”. Namun saya justru berpikir sebaliknya: yang perlu dilihat adalah siapa yang paling mampu mengubah hasil voting menjadi keuntungan.
#termmax @TermMax
