Bitcoin menembus 200-day moving average, sekalian menembus 75.000. Omongan soal 200-day moving average ini, analis suka bahas, dan orang-orang di dalam juga sama-sama mengawasi—bukan karena benda itu sendiri punya sihir, tapi karena semua orang menatapnya, jadi ya dia jadi punya sihir. Begitu ditembus, emosinya jadi beda. Tapi aku perlu mengingatkan diri sendiri: dalam bull market sinyal teknikal cenderung akurat, sedangkan di bear market sering terjadi false break. Sekarang ini sedang bull market atau bukan? Kalau dilihat dari harga, iya. Tapi kalau dilihat dari sentimen kebanyakan orang, belum tentu. Terakhir kali BTC menembus 200-day moving average itu bulan November tahun lalu—setelah itu bagaimana kelanjutannya? Seingatku, cuma sebentar saja. Kali ini bisa tidak berbeda? Aku tidak tahu. Aku hanya melihatnya; di kepala, kalimat "jangan-jangan naik lagi" dan "ah, ini lagi" seperti sedang berkelahi.