Menurut Jin10, analis strategi valuta asing Commonwealth Bank of Australia (CBA) Carol Kong mengatakan bahwa pembayaran bunga utang publik AS naik 15% menjadi $1,17 triliun pada tahun fiskal hingga Juli, sebagian karena imbal hasil (yield) Treasury AS meningkat. Ia mengatakan bahwa pemerintahan Trump tampaknya tidak memiliki banyak minat terhadap konsolidasi fiskal yang berarti, dan CBA memperkirakan imbal hasil Treasury AS jangka panjang akan tetap mendapat tekanan ke atas, yang selanjutnya akan meningkatkan biaya pinjaman pemerintah serta memperbesar ukuran utang publik. Kong mengatakan hal ini dapat menciptakan umpan balik (feedback loop) di mana utang yang meningkat dan biaya pemeliharaan/servis utang mendorong investor untuk meminta imbal hasil obligasi yang lebih tinggi, sehingga semakin meningkatkan biaya pembiayaan pemerintah dan memperburuk tekanan utang.