Dulu saya melihat DeFi fixed-rate dengan cara yang sama seperti kebanyakan orang.
Ide yang keren.
Tapi kenapa repot kalau floating rate lebih rendah?
Lalu Anda mengamati sebuah posisi nyata cukup lama dan jawabannya jadi terasa tidak nyaman:
kadang perubahan rate lebih berbahaya daripada rate yang tinggi.
Di situlah TermMax mulai terasa pas buat saya.
Misalnya Anda meminjam dengan menjaminkan aset, karena Anda sudah punya rencana untuk dana tersebut.
Anda butuh dana itu selama 30 hari Mungkin 90.
Anda tahu dari mana perdagangan dimulai, di mana Anda ingin mengakhirinya, dan kira-kira imbalan seperti apa yang Anda incar.
Yang tidak Anda inginkan adalah biaya pinjaman bergerak di bawah Anda sementara semuanya yang lain ikut bergerak juga.
Fixed rate menghilangkan satu variabel dari persamaan.
Dan itu terdengar kecil sampai Anda pernah mengelola posisi melewati pasar yang sangat ganas.
Bagian yang tidak cukup dibicarakan adalah bahwa TermMax dibangun berdasarkan jatuh tempo.
Bukan cuma
“ini APR Anda.”
Lebih seperti
“ini ratenya, ini tenornya, ini kapan instrumen ini berakhir.”
Anda benar-benar bisa memodelkan perdagangannya, bukan hanya mengecek angka utilisasi setiap beberapa jam.
Sisi pemberi pinjaman juga menarik.
Desain range-order TermMax membuat likuiditas bisa berada pada berbagai rate, alih-alih memaksa semuanya terkunci pada satu angka.
Jadi rasanya tidak terlalu seperti kolam pinjaman generik, melainkan seperti orang yang benar-benar mengutip waktu.
Lalu ada sisi opsi.
Pinjaman, pembiayaan fixed, jatuh tempo, payoff yang terstruktur—semuanya mulai saling melengkapi begitu waktu sendiri menjadi sesuatu yang bisa diberi harga oleh protokol.
Tapi ada satu pengecekan realitas
fixed rate tidak berarti likuiditas fixed.
Anda bisa mengunci biaya pinjaman, namun tetap bisa kesulitan untuk keluar lebih cepat saat pasar jadi buruk.
Jadi siapa yang benar-benar butuh TermMax?
Mungkin bukan seseorang yang mengejar rate tertinggi hari ini.
Ini untuk orang yang melihat sebuah posisi dan berkata
Saya tahu apa yang saya lakukan dengan modal ini. Saya hanya tidak ingin aturannya berubah di tengah jalan.
Bukan pinjaman yang lebih murah.
Pinjaman yang bisa diprediksi.
Dan di pasar yang dibangun di atas perpetuals serta rate yang terus bergerak, mungkin itulah yang lebih bernilai.
#termmax @TermMax
Ide yang keren.
Tapi kenapa repot kalau floating rate lebih rendah?
Lalu Anda mengamati sebuah posisi nyata cukup lama dan jawabannya jadi terasa tidak nyaman:
kadang perubahan rate lebih berbahaya daripada rate yang tinggi.
Di situlah TermMax mulai terasa pas buat saya.
Misalnya Anda meminjam dengan menjaminkan aset, karena Anda sudah punya rencana untuk dana tersebut.
Anda butuh dana itu selama 30 hari Mungkin 90.
Anda tahu dari mana perdagangan dimulai, di mana Anda ingin mengakhirinya, dan kira-kira imbalan seperti apa yang Anda incar.
Yang tidak Anda inginkan adalah biaya pinjaman bergerak di bawah Anda sementara semuanya yang lain ikut bergerak juga.
Fixed rate menghilangkan satu variabel dari persamaan.
Dan itu terdengar kecil sampai Anda pernah mengelola posisi melewati pasar yang sangat ganas.
Bagian yang tidak cukup dibicarakan adalah bahwa TermMax dibangun berdasarkan jatuh tempo.
Bukan cuma
“ini APR Anda.”
Lebih seperti
“ini ratenya, ini tenornya, ini kapan instrumen ini berakhir.”
Anda benar-benar bisa memodelkan perdagangannya, bukan hanya mengecek angka utilisasi setiap beberapa jam.
Sisi pemberi pinjaman juga menarik.
Desain range-order TermMax membuat likuiditas bisa berada pada berbagai rate, alih-alih memaksa semuanya terkunci pada satu angka.
Jadi rasanya tidak terlalu seperti kolam pinjaman generik, melainkan seperti orang yang benar-benar mengutip waktu.
Lalu ada sisi opsi.
Pinjaman, pembiayaan fixed, jatuh tempo, payoff yang terstruktur—semuanya mulai saling melengkapi begitu waktu sendiri menjadi sesuatu yang bisa diberi harga oleh protokol.
Tapi ada satu pengecekan realitas
fixed rate tidak berarti likuiditas fixed.
Anda bisa mengunci biaya pinjaman, namun tetap bisa kesulitan untuk keluar lebih cepat saat pasar jadi buruk.
Jadi siapa yang benar-benar butuh TermMax?
Mungkin bukan seseorang yang mengejar rate tertinggi hari ini.
Ini untuk orang yang melihat sebuah posisi dan berkata
Saya tahu apa yang saya lakukan dengan modal ini. Saya hanya tidak ingin aturannya berubah di tengah jalan.
Bukan pinjaman yang lebih murah.
Pinjaman yang bisa diprediksi.
Dan di pasar yang dibangun di atas perpetuals serta rate yang terus bergerak, mungkin itulah yang lebih bernilai.
#termmax @TermMax
