Lonjakan cepat emas dan Bitcoin kali ini, Norama (Nomura) memberikan dasar penilaiannya.
Nomura berpendapat bahwa kali ini Kementerian Keuangan AS secara tiba-tiba mengumumkan penambahan transaksi repo obligasi pemerintah berjangka panjang. Namun, skala itu sendiri kecil—bersifat tambal sulam, tidak menyelesaikan akar masalah. Jika pasar obligasi terus memburuk, otoritas kemungkinan akan langsung menggunakan langkah pelonggaran yang lebih keras, misalnya mengendalikan kurva imbal hasil (YCC) atau benar-benar melakukan pelonggaran kuantitatif (QE).
Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun, terutama 30 tahun, baru-baru ini naik sangat cepat—hingga ke level tertinggi dalam berapa tahun. Ketika suku bunga semakin tinggi, biaya pemerintah untuk berutang juga ikut makin mahal. Kredit KPR dan pinjaman perusahaan pun akan menjadi lebih mahal, sehingga pasar dapat terjerumus ke kepanikan. Karena itu, Kementerian Keuangan kemudian turun tangan untuk menopang imbal hasil di bagian tenor panjang.
Jika pada akhirnya pemicu YCC atau QE benar-benar terjadi, bank sentral akan mulai membeli obligasi pemerintah, atau aset lainnya, sehingga kembali terjadi penyuntikan likuiditas dalam jumlah besar ke pasar.
Karena itu, emas dan Bitcoin terus naik, sementara dolar melemah, menjadi sinyal kunci bahwa pasar menilai posisi kebijakan AS sedang berubah.
Nomura berpendapat bahwa kali ini Kementerian Keuangan AS secara tiba-tiba mengumumkan penambahan transaksi repo obligasi pemerintah berjangka panjang. Namun, skala itu sendiri kecil—bersifat tambal sulam, tidak menyelesaikan akar masalah. Jika pasar obligasi terus memburuk, otoritas kemungkinan akan langsung menggunakan langkah pelonggaran yang lebih keras, misalnya mengendalikan kurva imbal hasil (YCC) atau benar-benar melakukan pelonggaran kuantitatif (QE).
Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun, terutama 30 tahun, baru-baru ini naik sangat cepat—hingga ke level tertinggi dalam berapa tahun. Ketika suku bunga semakin tinggi, biaya pemerintah untuk berutang juga ikut makin mahal. Kredit KPR dan pinjaman perusahaan pun akan menjadi lebih mahal, sehingga pasar dapat terjerumus ke kepanikan. Karena itu, Kementerian Keuangan kemudian turun tangan untuk menopang imbal hasil di bagian tenor panjang.
Jika pada akhirnya pemicu YCC atau QE benar-benar terjadi, bank sentral akan mulai membeli obligasi pemerintah, atau aset lainnya, sehingga kembali terjadi penyuntikan likuiditas dalam jumlah besar ke pasar.
Karena itu, emas dan Bitcoin terus naik, sementara dolar melemah, menjadi sinyal kunci bahwa pasar menilai posisi kebijakan AS sedang berubah.
