Lonjakan mendadak Bitcoin melewati $75.000 terjadi karena perpaduan kuat antara perubahan makroekonomi, mekanisme pasar, dan pembelian oleh institusi.
​1. Pemicu: Buyback Obligasi Treasury AS
Aksi pemicu reli ini muncul ketika Treasury AS mengumumkan bahwa mereka akan menggandakan ukuran operasi pembelian kembali (buyback) obligasi jangka panjangnya. Dengan turun tangan untuk membeli kembali obligasi pemerintah senilai miliaran dolar, Treasury secara efektif menyuntikkan likuiditas baru ke pasar keuangan. Hal ini mendorong imbal hasil (yield) Treasury AS turun secara signifikan dan melemahkan Dolar AS. Ketika yield obligasi turun dan dolar melemah, investor menarik uang dari tempat berlindung tradisional yang dianggap aman lalu membanjiri aset berimbal hasil lebih tinggi yang berisiko ("risk-on"), seperti kripto.
​2. Bahan Bakar: Short Squeeze Besar-besaran
Sebelum lonjakan ini, banyak trader derivatif bertaruh bahwa harga Bitcoin akan turun (memegang posisi "short"). Ketika kabar dari Treasury itu pecah dan BTC melonjak tajam, lebih dari $1 miliar posisi short dipaksa likuidasi dalam waktu singkat. Tindakan likuidasi memaksa platform perdagangan untuk secara otomatis membeli kembali Bitcoin guna menutup taruhan yang hilang, sehingga menciptakan loop pembelian ke atas yang besar dan makin mendorong harga naik.
​3. Tulang Punggung: Arus Masuk ETF & Akumulasi Paus
Di balik volatilitas pasar yang langsung terasa, permintaan spot yang mendasari terus menguat:
​ETF Spot Bitcoin Institusional: ETF Spot Bitcoin AS mencatat lebih dari $517 juta arus masuk bersih dalam satu hari, menandakan adanya pembelian besar dari dana tradisional.
​Pembelian Paus: Alamat dompet besar non-bursa ("whales") secara diam-diam mengakumulasi sekitar $3 miliar senilai BTC selama dua bulan terakhir, menyerap tekanan jual sebelum terjadinya terobosan (breakout) ini.
​Bersama-sama, lonjakan likuiditas pasar global, pembelian oleh short-seller yang terpaksa, dan tingginya permintaan institusional menciptakan badai sempurna untuk mendorong Bitcoin kembali melampaui rekor tertinggi (summer highs) musim panasnya.