Pagi ini, saya sedang memeriksa posisi DeFi biasa saya sambil ditemani secangkir teh. Tidak ada yang aneh. Lalu saya mulai memikirkan satu masalah sederhana: seberapa dapat diprediksi tingkat (rate) ketika Anda meminjam atau meminjamkan?

Pertanyaan itu membawa saya kembali ke @TermMax.

TermMax mendekati peminjaman-pinjaman DeFi dengan cara yang berbeda. Arsitekturnya dibangun untuk peminjaman dan peminjaman dengan suku bunga tetap dan jangka waktu tetap, menggunakan tiga komponen inti: FT, XT, dan GT. FT mewakili klaim atas nilai nominal utang saat jatuh tempo, sedangkan XT adalah komponen hasil (yield) yang saling melengkapi. Bersama-sama, 1 FT + 1 XT = 1 token utang. GT mengemas jaminan (collateral) yang dilaverage dan utang menjadi sebuah NFT on-chain.

Perbedaannya dengan Olympus menarik. Olympus terutama dirancang dengan OHM, dukungan treasury, dan Protocol Owned Liquidity, sehingga menciptakan sistem moneter yang dapat diprogram. TermMax justru berfokus langsung pada kepastian tingkat dan infrastruktur pasar utang.

TermMax juga menambahkan Range Order AMM, kisaran APR yang dikelola kurator, Atomic Orders, serta penempatan dana idle ke dalam protokol seperti Aave, Morpho, dan Venus.

Bagi saya, ini membuat TermMax kurang tentang menciptakan aset moneter lain—dan lebih tentang membuat rate DeFi dapat diprogram dan dapat diprediksi. $ONG
$BNB
$ENA

#termmax @TermMax