Trump sekali lagi mendesak: kirimkan rancangan undang-undang regulasi kripto ke Gedung Putih.
Trump, saat berhadapan di Gedung Putih dengan eksekutif kripto dan keuangan dari Coinbase, Robinhood, Kraken, dan lainnya, secara terbuka mendesak Kongres agar segera meloloskan sebuah “versi yang adil” dari Undang-Undang Pasar Aset Digital (CLARITY Act).
Masalah inti yang diselesaikan oleh rancangan undang-undang ini sebenarnya sederhana:
Sebuah token akhirnya berada di bawah otoritas regulator sekuritas AS, SEC, atau di bawah regulator berjangka AS, CFTC?
Di masa lalu, banyak proyek paling takut jika hal ini tidak dijelaskan dengan jelas.
Proyek diluncurkan dulu, lalu bertahun-tahun kemudian lembaga regulator memberi tahu Anda: “Ini mungkin sekuritas.”
CLARITY ingin melakukan kebalikannya:
lebih dulu menggambar batasnya, kemudian bursa, pihak proyek, dan institusi masuk dengan mengikuti aturan.
Selain itu, rancangan undang-undang ini juga bukan masih tahap awal.
Tahun lalu, Dewan Perwakilan Rakyat meloloskannya dengan 294 suara berbanding 134 suara; dan pada bulan Mei tahun ini, rancangan itu juga disahkan di Komite Perbankan Senat.
Yang benar-benar kurang sekarang adalah persetujuan Senat secara keseluruhan.
Itulah sebabnya Trump mulai memberikan tekanan publik.
Yang benar-benar layak menjadi perhatian pasar adalah:
SEC dan CFTC belakangan ini sudah menggunakan kewenangan yang ada untuk mendorong aturan kripto, tetapi regulasi administratif dapat dibatalkan oleh pemerintahan berikutnya.
Begitu legislasi Kongres disahkan, barulah kebijakan “pro-kripto” bisa berubah menjadi kerangka hukum AS yang lebih jangka panjang.
Jadi, kali ini pasar memperdagangkan bukan hanya satu pernyataan Trump.
Namun:
Regulasi kripto AS semakin dekat satu langkah menuju benar-benar tertulis dalam undang-undang.#特朗普敦促国会通过Clarity法案