Minggu ini saya membaca bagian Zedger dari @Dusk — kelas khusus untuk aset yang diatur — dan ada satu detail yang membuat saya berhenti sejenak.

Itu bukan token standar dengan beberapa aturan tambahan. Itu adalah jenis aset tersendiri, tempat aturan transfer ditanamkan langsung ke dalam aset itu sendiri. Siapa yang boleh menerima, dalam kondisi apa, maksimal berapa — semuanya ada di dalamnya, bukan di lapisan aplikasi di atas.

Yang membuat saya berhenti... kebanyakan proyek RWA justru melakukan kebalikannya. Mereka memakai token biasa lalu menaruh daftar putih di bagian depan. Cara itu jauh lebih mudah diterapkan, tapi ada satu kelemahan yang jelas: jika aset itu sendiri tidak membawa aturannya, maka siapa pun yang mendapatkannya di luar aplikasi bisa mentransfernya secara bebas.

Hal kecil: dulu saya sempat berpikir “compliance on-chain” cuma soal memblokir wallet yang buruk. Hmmm... ternyata bagian yang lebih sulit adalah peristiwa-peristiwa korporasi — pembagian dividen, penerbitan pendanaan tambahan, pemungutan suara, penarikan kembali. Itulah yang menghabiskan sebagian besar umur sebuah sekuritas, dan juga hal yang kebanyakan chain tidak punya tempat untuk merepresentasikannya.

Jadi jaraknya bukan pada apakah penerbitannya bisa dilakukan atau tidak. Jarak sebenarnya ada di tahun berikutnya, ketika perusahaan perlu membayar dividen kepada beberapa ratus pemegang yang anonim— apakah sistem bisa melakukannya tanpa merusak privasi yang baru saja dijanjikan.

Dua pintu yang berbeda: memindahkan aset ke chain adalah satu hal, menjaga agar ia tetap hidup di sana sepanjang siklus hidupnya adalah hal lain.

Saya penasaran aset pertama yang melewati lapisan ini dari $DUSK akan menjadi yang paling sederhana — semacam obligasi dengan kupon tetap — atau apakah mereka berani langsung mencoba dengan saham yang memiliki hak suara. Pilihan itu akan menunjukkan seberapa siap sistemnya.
#dusk $BTC $ETH