Kementerian Keuangan AS telah mengumumkan rencana untuk menggandakan pembelian kembali (buybacks) jangka panjangnya dari $2 miliar menjadi setidaknya $4 miliar per operasi, mulai 9 September. Langkah besar ini bertujuan untuk meredakan tekanan pada imbal hasil (yield) jangka panjang, yang meningkat akibat permintaan investor terhadap Surat Utang Negara (Treasuries) tenor 10 tahun. Sebagaimana dicatat oleh komentator CryptoTwitter, @Delphi_Digital, pergeseran ini juga dapat meningkatkan daya tarik Bitcoin sebagai aset berisiko di lanskap makroekonomi saat ini.
Yang Terbaru
Pengumuman dari Kementerian Keuangan tersebut menunjukkan adanya pergeseran strategis dalam pendanaan yang bertumpu pada surat utang bertenor lebih pendek sambil meningkatkan buybacks di sektor 10 hingga 30 tahun. Langkah ini mencerminkan respons terhadap premi tenor tinggi yang diminta investor untuk obligasi jangka panjang. Ketika Bitcoin terus menguji kisaran penting $64.000 hingga $65.000, dampak dari imbal hasil yang lebih rendah dapat memberikan dukungan yang diperlukan bagi aset berisiko, termasuk Bitcoin, saat investor mencari alternatif di tengah kondisi ekonomi yang berubah.
Poin-Poin Utama
U.S. Treasury menggandakan buyback untuk jangka panjang dari $2B menjadi setidaknya $4B per operasi. Buyback akan menargetkan sektor 10 hingga 30 tahun mulai 9 September. Pendanaan untuk buyback bergantung pada program pinjaman yang lebih luas menggunakan surat utang jangka pendek. Strategi ini bertujuan untuk meredakan tekanan pada imbal hasil jangka panjang di tengah tingginya permintaan investor. Imbal hasil yang lebih rendah dapat membuat Bitcoin lebih menarik sebagai aset berisiko.
Ringkasan Pasar
Pergerakan harga Bitcoin saat ini berpusat di sekitar tanda penting $65.000, sebuah level yang diperebutkan oleh pembeli dan penjual. Dengan ekspansi buyback dari Treasury, para analis menyarankan bahwa imbal hasil yang lebih rendah dapat menarik lebih banyak investasi ke Bitcoin dan aset serupa. Pengamat mencatat bahwa dinamika ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih menguntungkan bagi Bitcoin ketika suku bunga stabil, yang pada akhirnya memengaruhi perilaku trading.
U.S. Treasury bertanggung jawab untuk mengelola keuangan pemerintah federal, termasuk menerbitkan utang untuk membiayai operasional. Strategi buyback saat ini dimaksudkan untuk mengatur pasokan sekuritas jangka panjang di pasar, yang penting untuk menjaga stabilitas ekonomi. Dengan meningkatkan buyback, Treasury berupaya memengaruhi tingkat bunga dan sentimen investor terhadap aset seperti Bitcoin.
Ke Mana Kita Melangkah Dari Sini
Para trader sebaiknya memantau respons Bitcoin terhadap buyback Treasury yang akan datang, terutama saat mendekati level kritis $65.000. Jika imbal hasil terus turun, ini bisa meningkatkan posisi Bitcoin sebagai alternatif investasi. Selain itu, pelaku pasar akan mengamati fluktuasi permintaan terhadap obligasi Treasury, karena hal tersebut dapat menandakan tren yang lebih luas dalam selera risiko di kalangan investor.
Investasi dalam mata uang kripto tunduk pada risiko pasar dan volatilitas.
Postingan "U.S. Treasury Menggandakan Buyback hingga $4B, Berdampak pada Permintaan Bitcoin" pertama kali muncul di Coinfomania.
