Ada peserta bertanya kepada saya, “Apakah analisis tren bull market untuk mengajarkan Bitcoin (buy the dip) sudah bagus?” Saya bilang, “Sudah. Nanti saya bagikan ke kalian lagi.” Prediksi gelombang untuk koin besar ini bisa sampai berapa? 20-40wu, paling banyak sampai 50万wu. Tapi kalian tidak boleh habis-habisan masuk (full), karena bisa jadi saya salah—tidak akan naik sebanyak itu. Utamakan modal aman, dan jangan langsung all-in (梭哈). Jangan juga pakai leverage berlebihan. Untuk altcoin, yang kalian sukai/percayai sendiri silakan pegang, jaga agar modal tetap aman. Jangan sekali-kali menyamakan kenaikan altcoin dengan kenaikan Bitcoin sebagai pembanding. Bull market tahun 2025 sudah memberi pelajaran mendalam kepada semua orang. Ditambah lagi bursa sudah masuk ke saham AS, menyerap sebagian besar likuiditas, jadi peluang altcoin untuk meledak sangat kecil. Ethereum, BNB, SOL, OKB, GT, BGB, AAVE, HYPE, ONDO, LINK, dan lainnya semuanya bisa dibeli—jaga modal, supaya profit bisa “terbang”.
Jelaskan juga prinsip gelombang kepada mereka. Saat gelombang pertama naik, banyak orang tidak paham, mengira itu hanya rebound. Ketika harga naik dan mereka merasa sudah bebas dari kerugian (break even), mereka justru menjual. Jika Bitcoin seperti prediksi saya naik ke 730-760, kebanyakan orang hanya akan menganggap itu sekadar rebound. Gelombang kedua koreksi, karena tekanan jual saat penarikan (rally) terlalu besar, kekuatan ritel terlalu dominan, dan mereka yang “buang barang” (dump). Baru ketika bandar/kelompok utama menguatkan dan gelombang ketiga membawa harga ke 9万-11万, barulah banyak orang baru sadar kalau bull market sudah datang. Pada saat itu, kita sudah dapat untung kira-kira mendekati dua kali.
Inilah perbedaan cara pandang (gap dalam pemahaman). Ingat, saat Bitcoin di 124—yaitu kira-kira Agustus-September 2025 saya sudah terus bilang bull market sudah berakhir. Hasilnya Bitcoin kembali naik sampai 126. Banyak orang datang mencaci saya, bilang saya tolol, prediksinya ngawur, analisanya ngawur, bilang saya penipu, kualitas saya sampah. Saya tidak membantah. Saya mengikuti pemahaman saya sendiri: mengurangi posisi di area tinggi, membersihkan (clear) yang seharusnya diclear, dan memberi tahu semua peserta BTB Research and Investment tentang pandangan serta alasan penilaian saya, lalu meminta mereka menjalankan sesuai rencana. Beberapa hari lalu saya merangkum prediksi saya yang mengarah ke fase “transisi dari bull ke bear” tahun lalu. Kalau dilihat lagi, secara umum prediksi saya memang benar. Namun yang penting bukan sekadar “benar”, tapi yang paling penting adalah bisa menghindari puncak (escape the top) dan mendapatkan hasil. Untuk yang mencaci, saya cukup jawab dengan kemampuan dan fakta; waktu akan membuktikan semuanya. Saya hanya perlu membawa peserta BTB Research and Investment dengan baik.
Sekaligus saya tekankan: prediksi saya bisa saja salah. Kita harus selalu menghormati pasar, berjalan seperti di atas es tipis—selalu waspada dan penuh kehati-hatian. Jangan terlalu percaya diri, terutama setelah kita menghasilkan banyak uang. Ucapkan selalu terima kasih kepada pasar, dan syukuri juga kepada Tuhan. Siapkan strategi untuk menghadapi skenario pasar yang ternyata tidak sesuai prediksi.
Jelaskan juga prinsip gelombang kepada mereka. Saat gelombang pertama naik, banyak orang tidak paham, mengira itu hanya rebound. Ketika harga naik dan mereka merasa sudah bebas dari kerugian (break even), mereka justru menjual. Jika Bitcoin seperti prediksi saya naik ke 730-760, kebanyakan orang hanya akan menganggap itu sekadar rebound. Gelombang kedua koreksi, karena tekanan jual saat penarikan (rally) terlalu besar, kekuatan ritel terlalu dominan, dan mereka yang “buang barang” (dump). Baru ketika bandar/kelompok utama menguatkan dan gelombang ketiga membawa harga ke 9万-11万, barulah banyak orang baru sadar kalau bull market sudah datang. Pada saat itu, kita sudah dapat untung kira-kira mendekati dua kali.
Inilah perbedaan cara pandang (gap dalam pemahaman). Ingat, saat Bitcoin di 124—yaitu kira-kira Agustus-September 2025 saya sudah terus bilang bull market sudah berakhir. Hasilnya Bitcoin kembali naik sampai 126. Banyak orang datang mencaci saya, bilang saya tolol, prediksinya ngawur, analisanya ngawur, bilang saya penipu, kualitas saya sampah. Saya tidak membantah. Saya mengikuti pemahaman saya sendiri: mengurangi posisi di area tinggi, membersihkan (clear) yang seharusnya diclear, dan memberi tahu semua peserta BTB Research and Investment tentang pandangan serta alasan penilaian saya, lalu meminta mereka menjalankan sesuai rencana. Beberapa hari lalu saya merangkum prediksi saya yang mengarah ke fase “transisi dari bull ke bear” tahun lalu. Kalau dilihat lagi, secara umum prediksi saya memang benar. Namun yang penting bukan sekadar “benar”, tapi yang paling penting adalah bisa menghindari puncak (escape the top) dan mendapatkan hasil. Untuk yang mencaci, saya cukup jawab dengan kemampuan dan fakta; waktu akan membuktikan semuanya. Saya hanya perlu membawa peserta BTB Research and Investment dengan baik.
Sekaligus saya tekankan: prediksi saya bisa saja salah. Kita harus selalu menghormati pasar, berjalan seperti di atas es tipis—selalu waspada dan penuh kehati-hatian. Jangan terlalu percaya diri, terutama setelah kita menghasilkan banyak uang. Ucapkan selalu terima kasih kepada pasar, dan syukuri juga kepada Tuhan. Siapkan strategi untuk menghadapi skenario pasar yang ternyata tidak sesuai prediksi.