Saat saya mulai bekerja freelance dari rumah, gaji saya tetap $DUSK dengan tarif 100 dolar per bulan. 💻
Tugasnya sederhana dan tertulis dengan jelas: menambahkan konten ke situs dan menjaganya tetap terpelihara. Tidak ada apa pun dalam kesepakatan yang menyebutkan bahwa saya akan melakukan tugas tambahan di luar itu.
Setelah sebulan, manajer saya membeli domain baru dan berkata kepada saya, “Bangun situs ini.”
Pada saat itu, saya nyaris tidak tahu cara menggunakan alat-alat kecerdasan buatan, tapi saya memutuskan untuk belajar dan menyelesaikan tugasnya. Saya menulis HTML dan CSS dan JavaScript, dan berhasil meluncurkan situs tersebut. Saya bangga dengan apa yang telah saya kerjakan. 🙌
Lalu, apa balasannya?
Tidak ada.
Saat saya mengingatkannya, dia berkata:
“Ini bagian dari pekerjaanmu, tidak masalah.”
Setelah itu, tugas tambahan mulai bertubi-tubi:
📌 daftar isi lengkap
📌 tautan Anchor Links yang membawa Anda langsung ke bab-bab tertentu
📌 berbagai penyesuaian teknis
📌 tugas demi tugas, meskipun itu tidak termasuk dalam lingkup pekerjaan saya yang asli
Di platform freelance, setiap salah satu dari tugas kecil ini bisa saja dihargai sekitar 10–15 dolar.
Tapi semuanya didapatkannya secara gratis, karena saya terlalu longgar, dan kelonggaran itu dimanfaatkan.
💭 Pada akhirnya, saya menyadari bahwa masalah utamanya ternyata sangat sederhana:
Aturan kerja saya hanya ada di kata-kata, bukan pada sesuatu yang benar-benar mengikat.
Karena itu, aturan tersebut mudah diubah atau diperluas ketika pihak lain merasa sesuai.
Saya terus berpikir:
Seandainya saya tahu apa yang boleh dilakukan dan apa yang
Tugasnya sederhana dan tertulis dengan jelas: menambahkan konten ke situs dan menjaganya tetap terpelihara. Tidak ada apa pun dalam kesepakatan yang menyebutkan bahwa saya akan melakukan tugas tambahan di luar itu.
Setelah sebulan, manajer saya membeli domain baru dan berkata kepada saya, “Bangun situs ini.”
Pada saat itu, saya nyaris tidak tahu cara menggunakan alat-alat kecerdasan buatan, tapi saya memutuskan untuk belajar dan menyelesaikan tugasnya. Saya menulis HTML dan CSS dan JavaScript, dan berhasil meluncurkan situs tersebut. Saya bangga dengan apa yang telah saya kerjakan. 🙌
Lalu, apa balasannya?
Tidak ada.
Saat saya mengingatkannya, dia berkata:
“Ini bagian dari pekerjaanmu, tidak masalah.”
Setelah itu, tugas tambahan mulai bertubi-tubi:
📌 daftar isi lengkap
📌 tautan Anchor Links yang membawa Anda langsung ke bab-bab tertentu
📌 berbagai penyesuaian teknis
📌 tugas demi tugas, meskipun itu tidak termasuk dalam lingkup pekerjaan saya yang asli
Di platform freelance, setiap salah satu dari tugas kecil ini bisa saja dihargai sekitar 10–15 dolar.
Tapi semuanya didapatkannya secara gratis, karena saya terlalu longgar, dan kelonggaran itu dimanfaatkan.
💭 Pada akhirnya, saya menyadari bahwa masalah utamanya ternyata sangat sederhana:
Aturan kerja saya hanya ada di kata-kata, bukan pada sesuatu yang benar-benar mengikat.
Karena itu, aturan tersebut mudah diubah atau diperluas ketika pihak lain merasa sesuai.
Saya terus berpikir:
Seandainya saya tahu apa yang boleh dilakukan dan apa yang