Baik, kontrol kurva imbal hasil. Orang-orang panik soal ini, tapi jujur saja? Ini cuma bank sentral yang sangat keras kepala tentang satu hal tertentu.
Jadi kurva imbal hasil — itu hanya memplot imbal hasil obligasi sepanjang waktu. Obligasi jangka pendek, obligasi jangka panjang, apa pun. Anda dapat sebuah garis. Kadang mulus, kadang kelihatan seperti digambar oleh anak Anda. Itulah kurvanya.
Kontrol kurva imbal hasil terjadi ketika sebuah pemerintah memutuskan, "Tidak, kami tidak suka bentuk itu. Kami akan paksa." Caranya bagaimana? Bank sentral membeli obligasi. Banyak obligasi. Apa pun yang diperlukan untuk mendorong harga naik dan imbal hasil turun. Dan ya, mereka mencetak uang untuk melakukannya.
Nah, di sinilah orang-orang jadi bingung — bukankah itu cuma QE? Agak mirip, tapi tidak benar-benar. QE itu seperti, "Mari kita beli sejumlah X aset untuk mengerek ekonomi." Itu permainan kuantitas. Anda membeli jumlah yang sudah ditetapkan, menyebarkannya, lalu menstimulasi.
YCC berbeda. Ini permainan harga. Bank sentral berkata, "Imbal hasil obligasi tertentu ini? Tetap di bawah level ini. Titik. Kami akan membeli obligasi tanpa batas kalau terpaksa." Ini bukan soal berapa banyak uang yang Anda keluarkan — ini tentang mencapai imbal hasil target itu apa pun yang terjadi.
QE itu stimulus umum. YCC itu garis batas. Yang satu anggaran, yang satu janji. Dan ketika bank sentral membuat janji seperti itu? Pasar mendengar. Atau panik. Tergantung harinya.
Sudah terlihat beberapa kali. Jepang melakukannya selama bertahun-tahun. Ini bekerja sampai tidak, seperti kebanyakan hal dalam makro. Tapi ya, intinya — YCC cuma komitmen pembelian obligasi yang sangat, sangat besar dengan tujuan spesifik. Tidak ada yang magis, cuma mahal.
Jadi kurva imbal hasil — itu hanya memplot imbal hasil obligasi sepanjang waktu. Obligasi jangka pendek, obligasi jangka panjang, apa pun. Anda dapat sebuah garis. Kadang mulus, kadang kelihatan seperti digambar oleh anak Anda. Itulah kurvanya.
Kontrol kurva imbal hasil terjadi ketika sebuah pemerintah memutuskan, "Tidak, kami tidak suka bentuk itu. Kami akan paksa." Caranya bagaimana? Bank sentral membeli obligasi. Banyak obligasi. Apa pun yang diperlukan untuk mendorong harga naik dan imbal hasil turun. Dan ya, mereka mencetak uang untuk melakukannya.
Nah, di sinilah orang-orang jadi bingung — bukankah itu cuma QE? Agak mirip, tapi tidak benar-benar. QE itu seperti, "Mari kita beli sejumlah X aset untuk mengerek ekonomi." Itu permainan kuantitas. Anda membeli jumlah yang sudah ditetapkan, menyebarkannya, lalu menstimulasi.
YCC berbeda. Ini permainan harga. Bank sentral berkata, "Imbal hasil obligasi tertentu ini? Tetap di bawah level ini. Titik. Kami akan membeli obligasi tanpa batas kalau terpaksa." Ini bukan soal berapa banyak uang yang Anda keluarkan — ini tentang mencapai imbal hasil target itu apa pun yang terjadi.
QE itu stimulus umum. YCC itu garis batas. Yang satu anggaran, yang satu janji. Dan ketika bank sentral membuat janji seperti itu? Pasar mendengar. Atau panik. Tergantung harinya.
Sudah terlihat beberapa kali. Jepang melakukannya selama bertahun-tahun. Ini bekerja sampai tidak, seperti kebanyakan hal dalam makro. Tapi ya, intinya — YCC cuma komitmen pembelian obligasi yang sangat, sangat besar dengan tujuan spesifik. Tidak ada yang magis, cuma mahal.