Kebanyakan orang memandang pinjaman DeFi sebagai satu tindakan sederhana

Setor jaminan.
Terima dana.
Bayar nanti.

Namun TermMax mengambil pendekatan yang berbeda dengan memecah seluruh posisi menjadi komponen-komponen yang dapat diprogram.

Bagian yang menarik bukan hanya tingkat tetapnya.

Melainkan bagaimana protokol merepresentasikan kepemilikan, utang, dan risiko di on-chain.

Saat seorang peminjam membuka sebuah posisi, TermMax membuat Gearing Token (GT), sebuah NFT ERC-721 yang mewakili posisi pinjaman tertentu tersebut. Di dalam GT itu terdapat detail yang penting:

Jaminan yang dikunci• Kewajiban utang yang tercipta.Kondisi jatuh tempo dari posisi

Berbeda dengan catatan pinjaman tradisional yang disembunyikan di dalam basis data, posisi itu sendiri menjadi aset on-chain yang dapat dipindahtangankan.

Lalu hadir mekanisme fixed-rate.

TermMax memisahkan utang menjadi beberapa komponen tokenisasi. Fixed-Rate Tokens (FTs) mewakili klaim pembayaran yang dapat dipegang oleh pemberi pinjaman hingga jatuh tempo, sementara Token X membantu menjaga hubungan antara komponen pokok dan bunga.

Mengapa desain ini penting?

Karena ini mengubah cara pengguna berinteraksi dengan utang.

Peminjam tidak sekadar mengambil pinjaman.

Mereka menciptakan posisi keuangan terstruktur dengan jumlah jaminan yang ditetapkan, tanggal jatuh tempo yang diketahui, dan kewajiban pembayaran yang dapat diprediksi.

Pemberi pinjaman juga bukan hanya sekadar menyetor ke sebuah pool.

Mereka memegang klaim berbentuk token dengan hasil jatuh tempo yang tetap.

Ini lebih dekat dengan cara produk fixed-income tradisional bekerja, tetapi dibangun dengan komposabilitas DeFi.

Pertanyaan yang lebih besar adalah apakah rekayasa keuangan seperti ini dapat membuat DeFi lebih mudah dipahami dan dipercaya oleh pengguna yang lebih besar.

Karena tahap berikutnya dari DeFi mungkin bukan tentang menyembunyikan kompleksitas.

Mungkin tentang mengubah kompleksitas menjadi blok bangunan yang transparan.

@TermMax #TermMax