Presiden Donald Trump mengundang eksekutif dari perusahaan-perusahaan kripto besar ke Gedung Putih pada 19 Agustus, menyatakan bahwa “perang melawan kripto” telah berakhir dan mendesak Kongres untuk melanjutkan RUU Clarity (Kejelasan), menurut Investor’s Business Daily. KTT tersebut menjadi pembuka dari rangkaian diskusi regulasi selama satu pekan di Washington, sebagaimana dijelaskan oleh pihak pemerintahan.

Eksekutif dari Coinbase, Gemini, Robinhood, dan Ripple hadir bersama perusahaan pasar prediksi, dengan Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa (Securities and Exchange Commission) Paul Atkins di antara para regulator yang hadir, menurut laporan tentang acara tersebut.

Apa yang dikatakan presiden

Trump membingkai posisi pemerintahan sebagai akhir dari pendekatan regulasi sebelumnya terhadap aset digital, sehingga Amerika Serikat diposisikan untuk memimpin sektor ini. Pernyataannya merupakan pernyataan kebijakan pemerintahan, bukan hasil legislatif, dan tidak ada rancangan undang-undang yang ditandatangani dalam pertemuan tersebut.

Acara tersebut diadakan setelah berbulan-bulan lobi industri untuk aturan federal yang lebih jelas, dengan perusahaan-perusahaan kripto yang berupaya memindahkan pengawasan perdagangan dari regulator sekuritas.

Undang-Undang Clarity

Undang-Undang Clarity berupaya menghapus pengawasan regulator sekuritas dari sebagian besar perdagangan kripto serta memberikan kewenangan yang lebih jelas kepada regulator pasar. Para pendukung kripto mengatakan rancangan undang-undang itu bisa menghadirkan aturan yang lama ditunggu untuk aset digital, meski pada saat konferensi tidak ada pemungutan suara yang telah diputuskan.

Sejumlah pengamat pasar mencatat bahwa peraturan tersebut masih menghadapi proses di Senat, sehingga hasil konferensi masih berupa dorongan kebijakan, bukan hukum yang telah ditetapkan.