#dusk $DUSK @Dusk
Dahulu, saya memandang RWA dengan cara yang cukup sederhana: memindahkan aset tradisional ke blockchain, membuat token yang mewakilinya, lalu menggunakan infrastruktur Layer 1 untuk menangani transaksi. Saya pernah berpikir bahwa jika jaringan cukup cepat, biayanya cukup rendah, dan penyelesaian (settlement) cukup efisien, maka bagian tersulit hampir bisa dikatakan sudah dibereskan.
Namun setelah saya mendalami Dusk, saya mulai melihat bahwa pendekatan ini masih kurang satu komponen penting: aset keuangan itu sendiri memiliki banyak sekali aturan yang menyertainya.
Hal yang menarik perhatian saya adalah @Dusk tidak hanya berfokus pada tokenisasi aset. Mereka menargetkan keseluruhan proses, mulai dari onboarding investor, pengikatan (binding) wallet, pengendalian hak untuk memindahkan kepemilikan, hingga disclosure dan settlement.
Ini cukup penting. Sebuah token yang mewakili obligasi atau reksa dana tidak bisa begitu saja muncul di blockchain lalu dianggap sebagai aset keuangan yang sepenuhnya lengkap. Perlu ditetapkan siapa yang berhak membeli, siapa yang berhak memiliki, data apa yang harus dipublikasikan, data apa yang perlu dirahasiakan, serta bagaimana uang dan aset dibayarkan.
Arsitektur @Dusk juga layak diperhatikan karena eksekusi dan settlement dipisahkan. DuskEVM mendukung lingkungan Solidity, DuskVM melayani aplikasi yang berinteraksi langsung dengan L1, sedangkan DuskDS menangani settlement dan ketersediaan data (data availability).
Tentu saja, arsitektur berlapis tidak otomatis berarti semuanya sudah terbukti. Semakin banyak komponen, semakin banyak hal yang harus diuji dalam praktik.
Bagi saya, hal paling layak diamati adalah apakah Dusk dapat mengubah kebutuhan kompleks dari keuangan tradisional menjadi sebuah workflow onchain yang mulus, transparan, dan benar-benar bisa digunakan.#dusk $DUSK
Dahulu, saya memandang RWA dengan cara yang cukup sederhana: memindahkan aset tradisional ke blockchain, membuat token yang mewakilinya, lalu menggunakan infrastruktur Layer 1 untuk menangani transaksi. Saya pernah berpikir bahwa jika jaringan cukup cepat, biayanya cukup rendah, dan penyelesaian (settlement) cukup efisien, maka bagian tersulit hampir bisa dikatakan sudah dibereskan.
Namun setelah saya mendalami Dusk, saya mulai melihat bahwa pendekatan ini masih kurang satu komponen penting: aset keuangan itu sendiri memiliki banyak sekali aturan yang menyertainya.
Hal yang menarik perhatian saya adalah @Dusk tidak hanya berfokus pada tokenisasi aset. Mereka menargetkan keseluruhan proses, mulai dari onboarding investor, pengikatan (binding) wallet, pengendalian hak untuk memindahkan kepemilikan, hingga disclosure dan settlement.
Ini cukup penting. Sebuah token yang mewakili obligasi atau reksa dana tidak bisa begitu saja muncul di blockchain lalu dianggap sebagai aset keuangan yang sepenuhnya lengkap. Perlu ditetapkan siapa yang berhak membeli, siapa yang berhak memiliki, data apa yang harus dipublikasikan, data apa yang perlu dirahasiakan, serta bagaimana uang dan aset dibayarkan.
Arsitektur @Dusk juga layak diperhatikan karena eksekusi dan settlement dipisahkan. DuskEVM mendukung lingkungan Solidity, DuskVM melayani aplikasi yang berinteraksi langsung dengan L1, sedangkan DuskDS menangani settlement dan ketersediaan data (data availability).
Tentu saja, arsitektur berlapis tidak otomatis berarti semuanya sudah terbukti. Semakin banyak komponen, semakin banyak hal yang harus diuji dalam praktik.
Bagi saya, hal paling layak diamati adalah apakah Dusk dapat mengubah kebutuhan kompleks dari keuangan tradisional menjadi sebuah workflow onchain yang mulus, transparan, dan benar-benar bisa digunakan.#dusk $DUSK