Tadi malam aku ngobrol sampai larut dengan seorang kakak yang kerjaannya kurasi/pameran (curator). Dia menepuk dadanya dan bilang, “Rasio pemanfaatan dana kami mendekati 100%, tidak akan ada satu sen pun yang nganggur.” Aku waktu itu tidak langsung menanggapi. Begitu telponnya ditutup, aku malah makin kepikiran: kalimat itu terdengar indah, tapi kalau dibedah ternyata isinya penuh lubang.
Mekanisme order atomik TermMax memang punya dua sisi. Kurator menetapkan target rentang APR, lalu performa likuiditas virtual sekaligus dipasang ke beberapa order. Uangnya tidak dipinjam dulu, jadi tidak akan sok-sokan membeku di satu harga sambil menunggu—jauh lebih fleksibel dibanding AMM tradisional. Aku sempat menelusuri beberapa data pasar: efisiensi peminjaman memang lebih tinggi daripada protokol sejenis. Ini bukan omong kosong.
Tapi masalahnya ada pada kalimat “dana menganggur otomatis dideploy ke Aave, Morpho, Venus untuk menghasilkan yield”. Dana yang tidak dipinjam langsung dilempar ke protokol pihak ketiga untuk makan bunga. Kedengarannya rapi dan terukur, tapi keamanan dana itu tidak lagi sepenuhnya ditanggung oleh TermMax. Risiko kontrak Aave, risiko oracle di Morpho, parameter likuidasi di Venus—semuanya menumpuk di atas kepalamu. Kamu bahkan sama sekali tidak memilih protokol-protokol itu, tapi tetap diam-diam kamu yang menanggung risiko ekor (tail risk). Suatu hari nanti ada salah satu protokol downstream yang error, kamu sebagai depositor TermMax akan rugi tanpa penjelasan yang jelas.
Di halaman hanya akan ditampilkan satu angka tingkat penghasilan gabungan, tidak akan diberi tahu berapa bagian yield berasal dari protokol mana, serta berapa besar exposure risikonya. “Rasio pemanfaatan dana 100%” yang diucapkan curator, kalau diterjemahkan justru berarti “exposure risiko juga dibentangkan 100%”. Bahkan aku merasa, penumpukan risiko yang terselubung seperti ini lebih membuat tidak nyaman daripada kerugian langsung—kamu bahkan tidak tahu kamu akan ‘menggantung’ karena apa.
Solusi bodohku sekarang begini: sebelum menyimpan, aku akan terus mengejar curator dan menanyakan, dana menganggur itu masuk ke protokol mana saja. Untuk pasar yang tidak memberikan jawaban yang jelas, porsi posisiku kubikin serendah mungkin, bahkan tidak ikut. Dana utama tetap menunggu di luar (off-chain/over-the-counter), sampai suatu hari nanti benar ada pasar yang mengalami masalah karena protokol downstream, atau muncul preseden bagaimana TermMax menangani kompensasi—baru kemudian aku putuskan mau tambah atau tidak. Masalahnya, sebagian besar curator tidak akan secara proaktif mempublikasikan detail alokasi itu; aku cuma bisa bertanya. Kalau tidak bisa ditanya, ya aku mengira—dan kalau salah, ya nasib.
Kalian yang menyimpan di semacam ‘brankas’ ini, apakah pernah mengecek arus dana ke downstream? Atau cukup lihat APY lalu langsung gas? Pokoknya aku baru tersadar setelah mendengar kalimat “pemanfaatan 100%”.
#TermMax @TermMax
Mekanisme order atomik TermMax memang punya dua sisi. Kurator menetapkan target rentang APR, lalu performa likuiditas virtual sekaligus dipasang ke beberapa order. Uangnya tidak dipinjam dulu, jadi tidak akan sok-sokan membeku di satu harga sambil menunggu—jauh lebih fleksibel dibanding AMM tradisional. Aku sempat menelusuri beberapa data pasar: efisiensi peminjaman memang lebih tinggi daripada protokol sejenis. Ini bukan omong kosong.
Tapi masalahnya ada pada kalimat “dana menganggur otomatis dideploy ke Aave, Morpho, Venus untuk menghasilkan yield”. Dana yang tidak dipinjam langsung dilempar ke protokol pihak ketiga untuk makan bunga. Kedengarannya rapi dan terukur, tapi keamanan dana itu tidak lagi sepenuhnya ditanggung oleh TermMax. Risiko kontrak Aave, risiko oracle di Morpho, parameter likuidasi di Venus—semuanya menumpuk di atas kepalamu. Kamu bahkan sama sekali tidak memilih protokol-protokol itu, tapi tetap diam-diam kamu yang menanggung risiko ekor (tail risk). Suatu hari nanti ada salah satu protokol downstream yang error, kamu sebagai depositor TermMax akan rugi tanpa penjelasan yang jelas.
Di halaman hanya akan ditampilkan satu angka tingkat penghasilan gabungan, tidak akan diberi tahu berapa bagian yield berasal dari protokol mana, serta berapa besar exposure risikonya. “Rasio pemanfaatan dana 100%” yang diucapkan curator, kalau diterjemahkan justru berarti “exposure risiko juga dibentangkan 100%”. Bahkan aku merasa, penumpukan risiko yang terselubung seperti ini lebih membuat tidak nyaman daripada kerugian langsung—kamu bahkan tidak tahu kamu akan ‘menggantung’ karena apa.
Solusi bodohku sekarang begini: sebelum menyimpan, aku akan terus mengejar curator dan menanyakan, dana menganggur itu masuk ke protokol mana saja. Untuk pasar yang tidak memberikan jawaban yang jelas, porsi posisiku kubikin serendah mungkin, bahkan tidak ikut. Dana utama tetap menunggu di luar (off-chain/over-the-counter), sampai suatu hari nanti benar ada pasar yang mengalami masalah karena protokol downstream, atau muncul preseden bagaimana TermMax menangani kompensasi—baru kemudian aku putuskan mau tambah atau tidak. Masalahnya, sebagian besar curator tidak akan secara proaktif mempublikasikan detail alokasi itu; aku cuma bisa bertanya. Kalau tidak bisa ditanya, ya aku mengira—dan kalau salah, ya nasib.
Kalian yang menyimpan di semacam ‘brankas’ ini, apakah pernah mengecek arus dana ke downstream? Atau cukup lihat APY lalu langsung gas? Pokoknya aku baru tersadar setelah mendengar kalimat “pemanfaatan 100%”.
#TermMax @TermMax