Semalam ada seorang teman yang melempar screenshot di grup, lalu bertanya: “Di TermMax, tenor mana yang APY-nya paling tinggi? Kasih arahan.” Aku jawab: “Kamu salah nanya.” Dia mengirim emoji wajah dengan tanda tanya, aku sebenarnya mau menjelaskan, tapi akhirnya kupikir lagi dan kubiarkan ponsel begitu saja. Kejadian ini memang layak dibahas baik-baik.

Dalam perjanjian pinjaman biasa, suku bunga mengikuti tingkat pemanfaatan dana: satu angka untuk semua. Hari ini tinggi, besok rendah. Tapi TermMax memecah kebutuhan pinjaman berdasarkan tanggal jatuh tempo, jadi untuk aset yang sama, suku bunga bisa berbeda cukup jauh antar tenor. Kalau dana jangka pendek sedang ketat, suku bunga di ujung dekat (near-end) langsung melambung; pasar mengira ke depan akan lebih longgar, maka kuotasi untuk ujung jauh (far-end) jadi jauh lebih datar. Ini pada dasarnya kurva tenor dalam satu rantai: seperti deretan termometer, tiap batang mewakili penilaian kolektif pasar tentang harga dana di titik waktu tersebut.

Tapi kebanyakan orang cuma melihat “APY tertinggi”—dan itu jebakan yang pernah kutabrak. APY itu hitungan berbasis waktu; semakin dekat ke jatuh tempo, selisih harga yang sedikit saja bisa berubah jadi angka yang menakutkan. Misalnya untuk tenor 3 hari, diskon FT 0,14%; APY-nya bisa terhitung lebih dari 17%—terlihat menggoda, tapi keuntungan absolut yang kamu dapat sebenarnya tetap segitu juga. Selain itu, pool tenor pendek dangkal: transaksi dengan nominal agak besar saja bisa merusak/menodai perkiraan implied interest rate. Tampak menarik di halaman tidak berarti kamu bisa benar-benar成交 (deal) di harga itu. Aku pernah nekat masuk pasar tenor pendek: di halaman tampil APY lebih dari 30%, begitu masuk ternyata depth-nya kurang; slippage menghabiskan sebagian besar profit. Akhirnya setelah berputar-putar, yang didapat cuma hampa.

Ada satu hal yang mudah diabaikan: likuiditas yang terpecah. Aset yang sama bisa berada pada lima atau enam tanggal jatuh tempo sekaligus. Dana jadi “tersebar” di tiap pool, jadi walau total TVL terlihat besar, kedalaman di pasar masing-masing bisa dibilang tipis sekali. Kuotasi yang kamu lihat mungkin hanya harga permukaan yang ditumpuk oleh beberapa puluh ribu saja.

Aku jadi lebih hati-hati: angka APY hanya kuseka sekilas, yang benar-benar penting adalah imbal hasil absolut, slippage, dan berapa hari uangmu akan tertahan. Sekarang aku bikin tabel: saya hitung cepat harga FT untuk berbagai tanggal jatuh tempo, biaya beli, dan jumlah pembayaran aktual saat jatuh tempo—bukan terpengaruh oleh APY saja. Yang paling penting adalah mengunci empat indikator: volume成交 riil tiap tenor, kedalaman bid/ask, bagaimana suku bunga berubah setelah transaksi bernilai besar, dan apakah likuiditas menjelang jatuh tempo bisa tiba-tiba mengering. Ini yang seperti barometer—menentukan badai datang atau tidak.

Kalau kalian memilih tenor, indikator mana yang pertama kalian lihat?

#TermMax @TermMax