#termmax @TermMax
Saya terus berpikir tentang betapa banyak orang meremehkan floating rate di DeFi.

Anda membuka pinjaman pada 7%.

Semuanya terasa baik-baik saja.

Lalu utilisasi naik, likuiditas menipis…

dan 7% itu diam-diam berubah menjadi 12%, lalu 18%.

Posisi Anda tidak berubah.

Biayanya yang berubah.

Itulah biaya tersembunyi dari floating rate.

Anda tidak hanya meminjam uang.

Anda sedang mengambil pandangan tentang berapa biaya pinjaman itu nanti.

Itulah yang membuat TermMax menarik bagi saya.

TermMax memberi tanggal pada ketidakpastian itu.

Utangnya memiliki jatuh tempo. Suku bunga pinjaman bersifat tetap. TermMax menggunakan Gearing Tokens dan Fixed-rate Tokens agar pembayaran di masa depan itu menjadi sesuatu yang bisa diberi harga oleh pasar saat ini.

Dan bagian yang lebih halus:

ini bukan sekadar satu APR tetap.

Desain range-order-nya membuat likuiditas bisa berada di berbagai level suku bunga, sehingga kurvanya sendiri menjadi sinyal tentang apa yang bersedia didanai pasar dan dengan harga berapa.

Tapi pinjaman dengan suku bunga tetap tidak berarti semuanya jadi tetap.

Jika agunan Anda menghasilkan floating yield, penghasilan Anda masih bisa bergerak sementara utangnya tetap terkunci. Risikonya tidak hilang.

Risikonya berpindah.

Itulah bagian yang paling saya sukai.

Pasar floating-rate membuat Anda bertanya:

“Berapa suku bunga pinjaman saya sekarang?”

Pasar fixed-rate membuat Anda bertanya:

“Saya menyetujui membayar berapa, untuk berapa lama, dan apa yang terjadi sebelum jatuh tempo?”

Dan setelah Anda berpikir seperti itu, fixed rate tidak lagi terasa seperti fitur.

Fixed rate mulai terasa seperti cara membuat waktu terlihat di dalam transaksi.