Dulu saya melihat DeFi lending (pinjam-meminjam), ada satu hal yang sering diabaikan:
waktu.
Kebanyakan protokol pinjam-meminjam fokus pada utilization rate (tingkat pemanfaatan dana), APR, dan liquidation line (batas likuidasi), tapi yang benar-benar dihadapi peminjam sebenarnya ada satu masalah lagi—uang ini harus dipakai berapa lama.
Hari ini saya kembali menelusuri TermMax, dan justru dari situlah saya mulai memahaminya.
TermMax tidak sepenuhnya menggabungkan “berapa banyak yang dipinjam” dan “dipinjam untuk berapa lama” menjadi satu kesatuan, melainkan mencoba memisahkan nilai utang di bawah jangka waktu tertentu.
FT menanggung nilai utang dengan jangka waktu tetap; bisa dipahami sebagai surat tagihan/piutang bukti klaim yang akan ditebus saat jatuh tempo.
Namun yang menarik, bagian bunga tidak hanya dibiarkan begitu saja di dalamnya.
Dalam proses pinjam-meminjam, FT akan dipecah lagi menjadi Principal Part dan Interest Part, dan bagian terakhir ini kemudian mengalami konversi melalui Range Order dengan XT.
Dari sini saya baru sadar:
TermMax mungkin bukan sekadar “bagaimana memberi pengguna fixed APR”, melainkan “bagaimana memberi harga terpisah untuk nilai-nilai berbeda di dalam satu utang”.
Itu juga menjelaskan mengapa Range Order begitu penting.
Ia bukan hanya menyediakan liquidity pool (kumpulan dana) secara sederhana, melainkan memajang rentang tingkat bunga yang berbeda lewat Pricing Curve, sehingga pasar bisa melakukan transaksi berdasarkan ekspektasi jangka waktu dan imbal hasil.
Dilihat dari sudut ini, suku bunga tidak lagi hanya angka yang ditampilkan di halaman, melainkan menjadi sesuatu yang bisa diberi harga, dicocokkan, bahkan diperdagangkan.
Tapi saya juga menyisakan satu pertanyaan.
Dalam kondisi pasar normal, desain ini terlihat berjalan mulus.
Yang benar-benar sulit adalah ketika pasar tiba-tiba kehilangan likuiditas.
Jika kebutuhan dana berubah secara mendadak, apakah Pricing Curve masih bisa memberikan harga yang masuk akal?
Jika terjadi likuidasi, Physical Delivery bisa menyelesaikan penyerahan aset, tetapi saat penyerahan harga aset dan potongan nilainya ditanggung oleh siapa?
Jadi sekarang saya justru paling tertarik pada TermMax bukan lagi apakah ia bisa menyediakan suku bunga tetap.
Melainkan:
ketika di blockchain akhirnya benar-benar terbentuk pasar tingkat bunga berbasis tenor, apakah mekanisme ini sanggup bertahan di saat likuiditas terburuk?
Jawabannya mungkin lebih layak ditonton daripada sekadar APR yang terlihat menarik.
Perdagangan memiliki risiko, bukan nasihat investasi atau perencanaan keuangan, DYRO
@TermMax #TermMax $BTC $ETH