9100u membeli satu lembar FT dengan nilai nominal 10000u, tanggal jatuh tempo ditulis dalam kontrak. Bunganya sudah kubitung tiga kali: 900u, tepat—tidak lebih, tidak kurang. Dari jenis order ini, selama setahun terakhir aku sudah melakukan lebih dari 40 lembar. Setelah jatuh tempo, jika dijumlahkan semuanya, totalnya 66000u.
Baru setelah meneliti selisih ini aku paham bahwa FT secara logis mirip dengan obligasi tanpa kupon tradisional: diterbitkan dengan diskon, lalu saat jatuh tempo dilunasi sebesar nilai nominal, dan selisihnya adalah bunganya. Tapi yang benar-benar berharga bukan selisih itu—melainkan pemecahan berikutnya: FT akan dipecah menjadi Principal Part dan Interest Part. Interest Part ditukar melalui Range Order menjadi XT. XT kemudian digabungkan dengan bagian ini untuk menebus aset utang—artinya aku bisa hanya menyimpan bagian pokok, sementara bagian bunganya dijual terpisah, sehingga aku bisa menarik kembali bunganya lebih cepat.
Dua aksi ini digabungkan membuat dana yang sama “mengenyam” dua kali: sekali dari selisih pokok yang dilunasi saat jatuh tempo, dan sekali lagi dari hasil penjualan lebih awal dari bagian bunga. Selama setahun, dengan modal bergulir sekitar 350.000u, aku berulang kali mengeksekusi struktur ini, dan akhirnya untung bersih 66000u.
Sampai di sini aku baru mengerti: bagian yang membuat FT bernilai bukanlah tulisan “fixed interest rate” (bunga tetap) semata, melainkan caranya yang memecah satu utang menjadi dua bagian yang bisa diberi harga secara terpisah dan diperdagangkan secara terpisah—uang yang sama, diungkapkan menjadi dua aset.
@TermMax #TermMax
Baru setelah meneliti selisih ini aku paham bahwa FT secara logis mirip dengan obligasi tanpa kupon tradisional: diterbitkan dengan diskon, lalu saat jatuh tempo dilunasi sebesar nilai nominal, dan selisihnya adalah bunganya. Tapi yang benar-benar berharga bukan selisih itu—melainkan pemecahan berikutnya: FT akan dipecah menjadi Principal Part dan Interest Part. Interest Part ditukar melalui Range Order menjadi XT. XT kemudian digabungkan dengan bagian ini untuk menebus aset utang—artinya aku bisa hanya menyimpan bagian pokok, sementara bagian bunganya dijual terpisah, sehingga aku bisa menarik kembali bunganya lebih cepat.
Dua aksi ini digabungkan membuat dana yang sama “mengenyam” dua kali: sekali dari selisih pokok yang dilunasi saat jatuh tempo, dan sekali lagi dari hasil penjualan lebih awal dari bagian bunga. Selama setahun, dengan modal bergulir sekitar 350.000u, aku berulang kali mengeksekusi struktur ini, dan akhirnya untung bersih 66000u.
Sampai di sini aku baru mengerti: bagian yang membuat FT bernilai bukanlah tulisan “fixed interest rate” (bunga tetap) semata, melainkan caranya yang memecah satu utang menjadi dua bagian yang bisa diberi harga secara terpisah dan diperdagangkan secara terpisah—uang yang sama, diungkapkan menjadi dua aset.
@TermMax #TermMax