Kebanyakan metrik DeFi memberi tahu kita berapa banyak uang yang mengendap di suatu tempat.
TVL. Deposito. Likuiditas.
Berguna, tentu.
Tapi tidak ada yang menjawab pertanyaan yang benar-benar saya pedulikan:
Apakah seseorang benar-benar menggunakan likuiditas itu untuk kredit?
Karena itulah saya memantau TermMax dari sudut pandang yang sedikit berbeda.
Pasar dengan suku bunga tetapnya menciptakan cara yang lebih bersih untuk melihat permintaan pinjaman, karena suku bunga itu sendiri menjadi bagian dari sinyal pasar.
Jika peminjam berulang kali menerima suku bunga tetap tertentu, dan pemberi pinjaman terus memasok modal di sekitarnya, Anda mulai mendapatkan sesuatu yang lebih menarik daripada sekadar angka TVL.
Anda mendapatkan bukti penemuan harga yang benar-benar terjadi.
Dan uji nyatanya bukan hanya satu lonjakan besar dalam volume.
Melainkan apa yang terjadi dari waktu ke waktu:
Peminjam kembali.
Likuiditas digunakan ulang.
Jatuh tempo terus terisi.
Suku bunga terus terbentuk tanpa insentif buatan yang menjalankan semuanya.
Di situlah pasar kredit DeFi mulai terlihat kurang seperti kampanye dan lebih seperti infrastruktur.
TermMax menarik bagi saya justru karena alasan itu.
Pertanyaannya bukan seberapa banyak likuiditas yang bisa ditarik.
Melainkan seberapa banyak aktivitas kredit yang nyata yang dapat dipertahankan oleh likuiditas tersebut.
#termmax @TermMax