#termmax @TermMax
Saya terus kembali ke satu angka setelah menelusuri TermMax: jarak antara TVL-nya dan pinjaman aktif.
Saat saya cek DefiLlama, TVL-nya sekitar $31,22M, sementara pinjaman aktif sekitar $27,28M. TVL turun kira-kira 7,2% selama 30 hari, dan itu sendiri tidak memberi tahu saya banyak. Likuiditas DeFi bergerak sepanjang waktu.
Angka pinjaman aktif adalah bagian yang menurut saya lebih menarik.
Itu porsi yang sangat besar dari TVL yang dilaporkan, sudah terhubung ke posisi aktif. Itu membuat saya sadar bahwa saya memandang TermMax melalui lensa yang sama yang saya gunakan untuk protokol pinjaman ter-konsolidasi tradisional—dan kemungkinan besar itu bukan perbandingan terbaik.
Pada typical lending pool, modal bisa mengendap tanpa dipakai sampai seseorang meminjam. Pool tersebut memiliki likuiditas yang tersedia; peminjam datang dan pergi, dan tingkat bunga berubah tergantung utilisasi.
TermMax bekerja dengan struktur yang berbeda.
Pasar fixed-term-nya menggunakan posisi FT dan GT. Ketika seorang pemberi pinjaman masuk, FT merepresentasikan sisi pokok dari posisi, sementara fixed return dibangun ke dalam harga melalui diskon. Peminjam mengambil kewajiban utang GT yang sesuai.
Jadi yield-nya bukan sekadar angka mengambang yang perlahan muncul di dasbor. Banyak aspek ekonominya ditentukan ketika posisi tersebut diciptakan.
Itu mengubah cara saya memikirkan TVL di sini.
Persentase pinjaman aktif yang tinggi bisa mengindikasikan bahwa modal digunakan secara efisien, tetapi saya tidak yakin itu otomatis membuktikan bahwa pasar efisien. Itu juga bisa mencerminkan pasar yang lebih kecil dengan likuiditas yang lebih sedikit menganggur.
Pembedaan itu penting.
Bagi saya, pertanyaan menariknya tidak lagi sekadar: “Seberapa besar TVL yang dimiliki TermMax?”
Melainkan: Seberapa besar dari modal itu yang benar-benar menjalankan fungsi yang protokol ini dirancang untuk?
Menurut Anda, struktur modal ini membuat TVL lebih bermakna, atau seharusnya kita menilainya dengan cara yang berbeda?
Saya terus kembali ke satu angka setelah menelusuri TermMax: jarak antara TVL-nya dan pinjaman aktif.
Saat saya cek DefiLlama, TVL-nya sekitar $31,22M, sementara pinjaman aktif sekitar $27,28M. TVL turun kira-kira 7,2% selama 30 hari, dan itu sendiri tidak memberi tahu saya banyak. Likuiditas DeFi bergerak sepanjang waktu.
Angka pinjaman aktif adalah bagian yang menurut saya lebih menarik.
Itu porsi yang sangat besar dari TVL yang dilaporkan, sudah terhubung ke posisi aktif. Itu membuat saya sadar bahwa saya memandang TermMax melalui lensa yang sama yang saya gunakan untuk protokol pinjaman ter-konsolidasi tradisional—dan kemungkinan besar itu bukan perbandingan terbaik.
Pada typical lending pool, modal bisa mengendap tanpa dipakai sampai seseorang meminjam. Pool tersebut memiliki likuiditas yang tersedia; peminjam datang dan pergi, dan tingkat bunga berubah tergantung utilisasi.
TermMax bekerja dengan struktur yang berbeda.
Pasar fixed-term-nya menggunakan posisi FT dan GT. Ketika seorang pemberi pinjaman masuk, FT merepresentasikan sisi pokok dari posisi, sementara fixed return dibangun ke dalam harga melalui diskon. Peminjam mengambil kewajiban utang GT yang sesuai.
Jadi yield-nya bukan sekadar angka mengambang yang perlahan muncul di dasbor. Banyak aspek ekonominya ditentukan ketika posisi tersebut diciptakan.
Itu mengubah cara saya memikirkan TVL di sini.
Persentase pinjaman aktif yang tinggi bisa mengindikasikan bahwa modal digunakan secara efisien, tetapi saya tidak yakin itu otomatis membuktikan bahwa pasar efisien. Itu juga bisa mencerminkan pasar yang lebih kecil dengan likuiditas yang lebih sedikit menganggur.
Pembedaan itu penting.
Bagi saya, pertanyaan menariknya tidak lagi sekadar: “Seberapa besar TVL yang dimiliki TermMax?”
Melainkan: Seberapa besar dari modal itu yang benar-benar menjalankan fungsi yang protokol ini dirancang untuk?
Menurut Anda, struktur modal ini membuat TVL lebih bermakna, atau seharusnya kita menilainya dengan cara yang berbeda?
