Saya dulu berpikir likuiditas yang kuat cukup dilihat dari jumlah modal yang berada di dalam protokol, tetapi semakin saya membaca tentang TermMax, saya semakin merasa cara pengukuran itu belum menangkap seluruh cerita.
Sebuah sumber modal bisa dibagi ke banyak pasar yang berbeda. Masalahnya adalah ketika permintaan besar muncul di satu market, modal yang sedang berada di market lain tidak mudah dipindahkan secara instan.
Itulah detail yang membuat saya memperhatikan Atomic Orders.
Menurut desain TermMax, dengan sumber likuiditas yang sama, likuiditas dapat ditempatkan di banyak market sekaligus, tetapi tidak boleh digunakan berkali-kali. Ketika sebuah order mengambil sebagian likuiditas, bagian yang sesuai akan menghilang sekaligus dari market-market lainnya.
Awalnya saya mengira ini sekadar cara agar likuiditas “terlihat lebih dalam”, tetapi kemudian saya menyadari masalah sesungguhnya terletak pada kemampuan alokasi modal.
Jumlah modal tidak perlu langsung dikunci mati ke satu market sejak awal. Modal bisa berada di belakang banyak kebutuhan yang berbeda, lalu baru dikonsumsi di tempat perdagangan yang benar-benar terjadi.
Cara pandang saya terhadap Atomic Orders saat ini pun berbeda: saya tidak melihatnya sebagai mekanisme untuk menciptakan likuiditas tambahan, melainkan seperti cara untuk mengubah penempatan likuiditas sebelum kebutuhan muncul.
Namun saya tetap ingin melihat data dunia nyata: kedalaman order book, ukuran pinjaman, dan tingkat pemanfaatan modal dari waktu ke waktu.
Mungkin pertanyaan yang paling layak diperhatikan bukanlah berapa banyak TVL yang dimiliki TermMax, melainkan seberapa efektif setiap unit likuiditas benar-benar dapat melayani pasar.
#termmax @TermMax $BTC
Sebuah sumber modal bisa dibagi ke banyak pasar yang berbeda. Masalahnya adalah ketika permintaan besar muncul di satu market, modal yang sedang berada di market lain tidak mudah dipindahkan secara instan.
Itulah detail yang membuat saya memperhatikan Atomic Orders.
Menurut desain TermMax, dengan sumber likuiditas yang sama, likuiditas dapat ditempatkan di banyak market sekaligus, tetapi tidak boleh digunakan berkali-kali. Ketika sebuah order mengambil sebagian likuiditas, bagian yang sesuai akan menghilang sekaligus dari market-market lainnya.
Awalnya saya mengira ini sekadar cara agar likuiditas “terlihat lebih dalam”, tetapi kemudian saya menyadari masalah sesungguhnya terletak pada kemampuan alokasi modal.
Jumlah modal tidak perlu langsung dikunci mati ke satu market sejak awal. Modal bisa berada di belakang banyak kebutuhan yang berbeda, lalu baru dikonsumsi di tempat perdagangan yang benar-benar terjadi.
Cara pandang saya terhadap Atomic Orders saat ini pun berbeda: saya tidak melihatnya sebagai mekanisme untuk menciptakan likuiditas tambahan, melainkan seperti cara untuk mengubah penempatan likuiditas sebelum kebutuhan muncul.
Namun saya tetap ingin melihat data dunia nyata: kedalaman order book, ukuran pinjaman, dan tingkat pemanfaatan modal dari waktu ke waktu.
Mungkin pertanyaan yang paling layak diperhatikan bukanlah berapa banyak TVL yang dimiliki TermMax, melainkan seberapa efektif setiap unit likuiditas benar-benar dapat melayani pasar.
#termmax @TermMax $BTC