Dan itu membuat tanggal jatuh tempo menjadi lebih rumit daripada yang terlihat pada awalnya.
Awalnya saya membaca alur likuidasi TermMax sebagai sesuatu yang cukup familiar: utang mencapai jatuh tempo, posisi yang belum dibayar menghadapi likuidasi, dan jaminan menutupi apa yang tidak dibayar oleh peminjam. Namun mekanismenya tidak harus berakhir di situ. Ketika seorang peminjam gagal membayar, TermMax membuka jendela likuidasi selama dua jam. Jika utang masih belum dibayar atau hanya dilikuidasi sebagian setelah jendela itu, pengiriman fisik dimulai dan redemption pool dapat berisi baik aset yang mendasarinya maupun jaminan. Pemegang FT kemudian menebus secara proporsional dari pool campuran tersebut.
Bagi seorang peneliti, saya pikir ini mengubah apa yang layak diperhatikan saat membandingkan pasar dengan suku bunga tetap. Hanya melihat nilai jatuh tempo yang dijanjikan mengabaikan keadaan yang bisa dimasuki sistem ketika likuidasi tidak dapat sepenuhnya melunasi utang. Hasil akhirnya tidak lagi sekadar “terbayar” versus “gagal bayar”. Komposisi yang menjadi penopang penebusan dapat berubah.
Hal ini menjadi sangat penting saat meneliti pasar yang jaminannya dapat berperilaku jauh berbeda dari aset utang ketika berada dalam tekanan.
Jadi jatuh tempo TermMax memiliki variabel lain yang layak dimodelkan: apa yang sebenarnya bisa berada di redemption pool jika jalur likuidasi normal kehabisan ruang?
Suku bunga tetap memberi tahu Anda ekonomi yang terjadwal.
Pengiriman fisik memberi tahu Anda mengapa jalur kegagalan layak dimiliki modelnya sendiri.
@TermMax #TermMax