Melemah tajam pada 19 Agustus: indeks dolar AS ditutup turun 0,83% menjadi 98,833; euro terhadap dolar AS naik 0,87% menjadi 1,1677, menembus level tertinggi sejak akhir Mei; poundsterling terhadap dolar AS naik hingga ke level tertinggi tiga bulan. Penyebab utamanya, Departemen Keuangan AS melipatgandakan skala repurchase (repo) obligasi berjangka menjadi minimal 4 miliar dolar AS, menekan imbal hasil Treasury AS dan melemahkan dolar; selain itu, probabilitas kenaikan suku bunga oleh ECB pada bulan September (sekitar 90%) lebih tinggi dibandingkan The Fed, sehingga diferensiasi kebijakan terus mendukung euro. Mata uang non-AS cenderung menguat dalam jangka pendek; ke depan, perhatikan pernyataan bank sentral dan rilis awal PMI Eropa-Amerika. Hanya untuk referensi informasi, tidak merupakan nasihat investasi
