$BNB TermMax suku bunga tetapnya bagus untuk dikunci, tapi kedalaman likuiditasnya masih belum lewat
Menggunakan TermMax untuk pinjaman USDC berjangka tetap, logikanya lebih rapi daripada pemecahan ala Pendle: saat jatuh tempo diselesaikan sesuai suku bunga yang disepakati, tidak perlu memantau perubahan harga PT dan YT. Saat keluar posisinya, rasanya kurang nyaman—ketika kedalaman tipis, mendekati jatuh tempo, order posisi yang digantung bisa membuat slippage terserap sampai satu atau dua poin. Kecepatan pelepasan token TERM terlihat cepat, tapi nyatanya dipasangkan dengan pembagian pendapatan dari biaya protokol; kalau ingin ambil insentif maksimal, harus mengunci posisi lebih lama.
Dibanding Notional, keunggulan TermMax ada pada cakupan tenor yang lebih detail: tenor pendek seperti tiga minggu dan enam minggu punya pool sendiri, sedangkan Notional periode-nya cenderung lebih panjang. Namun masalahnya juga jelas: subsidi di sisi peminjam terlalu lemah. Sebagian besar insentif TERM ditaruh di sisi depositor; pasokan dana bergerak lebih cepat daripada kebutuhan, sehingga suku bunga untuk tenor panjang tertekan tanpa memberi ruang spread. Aave suku bunga mengambang tidak punya kekhawatiran seperti ini, tapi TermMax suku bunga tetap memang bisa mengunci biaya jika memilih tenor yang tepat.
Setelah dipakai, masih ada beberapa hal yang agak canggung. Perpanjangan (rollover) tidak ada opsi sekali klik—untuk memperpanjang saat jatuh tempo, perlu tindakan manual: tutup dulu lalu buka lagi, sehingga bayar gas satu putaran lagi. Parameter likuidasi saat volatilitas tinggi cenderung diperbarui agak lambat; estimasi rasio jaminan memakai harga lama, dan pada kondisi ekstrem bisa memperbesar dampak. Token TERM saat ini lebih mirip alat subsidi likuiditas, sinyal tata kelola (governance) relatif lemah. Secara keseluruhan, TermMax cocok untuk dijadikan posisi utama bagi yang sudah menyelesaikan strategi dan tidak sering memindahkan/ mengubah posisi; untuk dijadikan tenor utama, masih perlu pengamatan lebih lanjut.@TermMax #termmax
Menggunakan TermMax untuk pinjaman USDC berjangka tetap, logikanya lebih rapi daripada pemecahan ala Pendle: saat jatuh tempo diselesaikan sesuai suku bunga yang disepakati, tidak perlu memantau perubahan harga PT dan YT. Saat keluar posisinya, rasanya kurang nyaman—ketika kedalaman tipis, mendekati jatuh tempo, order posisi yang digantung bisa membuat slippage terserap sampai satu atau dua poin. Kecepatan pelepasan token TERM terlihat cepat, tapi nyatanya dipasangkan dengan pembagian pendapatan dari biaya protokol; kalau ingin ambil insentif maksimal, harus mengunci posisi lebih lama.
Dibanding Notional, keunggulan TermMax ada pada cakupan tenor yang lebih detail: tenor pendek seperti tiga minggu dan enam minggu punya pool sendiri, sedangkan Notional periode-nya cenderung lebih panjang. Namun masalahnya juga jelas: subsidi di sisi peminjam terlalu lemah. Sebagian besar insentif TERM ditaruh di sisi depositor; pasokan dana bergerak lebih cepat daripada kebutuhan, sehingga suku bunga untuk tenor panjang tertekan tanpa memberi ruang spread. Aave suku bunga mengambang tidak punya kekhawatiran seperti ini, tapi TermMax suku bunga tetap memang bisa mengunci biaya jika memilih tenor yang tepat.
Setelah dipakai, masih ada beberapa hal yang agak canggung. Perpanjangan (rollover) tidak ada opsi sekali klik—untuk memperpanjang saat jatuh tempo, perlu tindakan manual: tutup dulu lalu buka lagi, sehingga bayar gas satu putaran lagi. Parameter likuidasi saat volatilitas tinggi cenderung diperbarui agak lambat; estimasi rasio jaminan memakai harga lama, dan pada kondisi ekstrem bisa memperbesar dampak. Token TERM saat ini lebih mirip alat subsidi likuiditas, sinyal tata kelola (governance) relatif lemah. Secara keseluruhan, TermMax cocok untuk dijadikan posisi utama bagi yang sudah menyelesaikan strategi dan tidak sering memindahkan/ mengubah posisi; untuk dijadikan tenor utama, masih perlu pengamatan lebih lanjut.@TermMax #termmax
