Saya dulu mengira bagian tersulit dari pinjaman yang dijaminkan aset kurang likuid adalah menentukan nilai aset tersebut.

Menyelami lebih dalam @TermMax mengubah pertanyaan itu untuk saya.

Penilaian itu penting, tetapi ada masalah lain: bagaimana jika jaminan perlu dilikuidasi dan pasar ternyata tidak cukup dalam untuk menyerapnya dengan rapi?

Dokumentasi TermMax menanganinya melalui Physical Delivery. Jika pinjaman tetap tidak terbayar atau hanya dilikuidasi sebagian setelah jendela likuidasi berakhir, proses akan berjalan otomatis. Pool penebusan dapat berisi token dasar dan token jaminan, dan pemegang FT akan menerima bagian secara proporsional ketika mereka menebus.

Itu membuat saya berpikir secara berbeda tentang pinjaman RWA.

Tokenisasi dapat membuat suatu aset dapat dipindahkan di-chain, tetapi tidak otomatis menciptakan likuiditas pasar sekunder. TermMax sendiri menjelaskan Physical Delivery sebagai mekanisme yang dirancang untuk situasi dengan volatilitas signifikan atau likuiditas rendah, sekaligus mendukung RWA dan jaminan berlikuiditas lebih rendah.

Bagi saya, ini adalah pengujian yang lebih menarik daripada sekadar bertanya apakah RWAs bisa digunakan sebagai jaminan.

Suku bunga tetap dapat mendefinisikan ekonomi sebuah pinjaman. Jatuh tempo dapat mendefinisikan tenggat waktunya. Tetapi ketika likuiditas menghilang, mekanisme penyelesaian menjadi sama pentingnya.

Itulah bagian dari TermMax yang ingin saya terus pantau: bukan hanya bagaimana pinjaman dimulai, tetapi bagaimana sistem menangani akhir yang sulit.

#termmax @TermMax