Saya terus memperhatikan betapa mudahnya menyatakan RWA berhasil begitu sudah tokenisasi dan didepositkan di suatu tempat. Tapi itu hanya membuktikan seseorang bersedia menahannya. Saya tidak yakin itu memberi tahu kita apa yang sebenarnya dipikirkan pasar tentang nilai ekonomis aset tersebut.
Itulah mengapa TermMax membuat saya memikirkan sinyal yang berbeda: permintaan pinjaman.
Jika saham tokenisasi, Treasuries, atau RWA lainnya menjadi jaminan untuk pinjaman ber-cicilan tetap (fixed-rate), data yang menarik bukan hanya collateral TVL. Yang lebih penting adalah apa yang secara berulang diterima oleh para peminjam untuk dibayar terhadap setiap aset. Satu RWA mungkin menarik setoran besar tetapi nyaris tidak ada pinjaman. RWA lain mungkin mendukung TVL yang lebih kecil, namun secara konsisten menghasilkan pinjaman dengan tingkat fixed rate yang kompetitif.
Itu merupakan bentuk adopsi yang sangat berbeda.
Seiring waktu, TermMax nyaris bisa menciptakan “indeks permintaan pinjaman” tanpa secara eksplisit merancangnya. Jenis jaminan → permintaan pinjaman → fixed rate → pengulangan pinjaman. Rangkaian ini mulai mengungkap seberapa berguna sebuah aset ketika modal benar-benar harus menghargainya (memprice-nya).
Namun insentif mempersulit. Tingkat subsidi atau hadiah sementara dapat “merekayasa” aktivitas yang terlihat seperti permintaan.
Jadi saya akan memantau apa yang bertahan setelah insentif memudar: pinjaman berulang, utilisasi yang stabil, dan suku bunga yang terbentuk oleh pihak lawan (counterparties) yang nyata.
Mungkin nilai RWA di onchain tidak akan terungkap oleh seberapa banyak yang ditokenisasi, melainkan oleh pilihan orang-orang yang berulang kali untuk meminjam dengan menjadikannya sebagai jaminan.
#termmax @TermMax
Itulah mengapa TermMax membuat saya memikirkan sinyal yang berbeda: permintaan pinjaman.
Jika saham tokenisasi, Treasuries, atau RWA lainnya menjadi jaminan untuk pinjaman ber-cicilan tetap (fixed-rate), data yang menarik bukan hanya collateral TVL. Yang lebih penting adalah apa yang secara berulang diterima oleh para peminjam untuk dibayar terhadap setiap aset. Satu RWA mungkin menarik setoran besar tetapi nyaris tidak ada pinjaman. RWA lain mungkin mendukung TVL yang lebih kecil, namun secara konsisten menghasilkan pinjaman dengan tingkat fixed rate yang kompetitif.
Itu merupakan bentuk adopsi yang sangat berbeda.
Seiring waktu, TermMax nyaris bisa menciptakan “indeks permintaan pinjaman” tanpa secara eksplisit merancangnya. Jenis jaminan → permintaan pinjaman → fixed rate → pengulangan pinjaman. Rangkaian ini mulai mengungkap seberapa berguna sebuah aset ketika modal benar-benar harus menghargainya (memprice-nya).
Namun insentif mempersulit. Tingkat subsidi atau hadiah sementara dapat “merekayasa” aktivitas yang terlihat seperti permintaan.
Jadi saya akan memantau apa yang bertahan setelah insentif memudar: pinjaman berulang, utilisasi yang stabil, dan suku bunga yang terbentuk oleh pihak lawan (counterparties) yang nyata.
Mungkin nilai RWA di onchain tidak akan terungkap oleh seberapa banyak yang ditokenisasi, melainkan oleh pilihan orang-orang yang berulang kali untuk meminjam dengan menjadikannya sebagai jaminan.
#termmax @TermMax