Menurut laporan terbaru yang dikutip dari Reuters oleh organisasi riset nirlaba “Anti-Corruption Data Collective (ACDC)”, setidaknya terdapat 150 dompet di platform Polymarket yang diduga menggunakan informasi internal dari pihak militer AS untuk melakukan transaksi di pasar prediksi. Total keuntungan yang diperoleh sekitar 8 juta dolar AS, dengan tingkat kemenangan rata-rata mencapai 97,2%.

Dompet-dompet yang disebut para peneliti sebagai “orca” ini biasanya memasang taruhan besar dalam pasar yang relatif khusus dan sangat fluktuatif—bergerak cepat, memanen cepat, dan menghilang cepat. Dari 556 dompet yang dicurigai, 152 di antaranya secara khusus memasang taruhan pada peristiwa yang terkait dengan militer dan pertahanan—termasuk informasi seperti pemindahan pasukan serta waktu pelaksanaan operasi militer yang hanya mungkin diketahui oleh orang dalam—kemudian segera mencairkan dana dan keluar, hampir tanpa jejak.

Ini bukan semata kontroversi moral “perdagangan orang dalam”. Kekhawatiran yang lebih besar adalah: perilaku transaksi yang tidak wajar ini sendiri dapat menjadi sinyal yang dapat dianalisis oleh pihak-pihak musuh asing, sehingga secara tidak langsung mengungkap ritme operasional dan maksud strategis militer AS.

Perlu diperhatikan bahwa pihak Polymarket sebelumnya menyatakan telah membangun mekanisme kontrol yang ketat dan telah menyerahkan puluhan dompet mencurigakan kepada otoritas pengawas. Namun, laporan ACDC kali ini kembali menyorot wilayah abu-abu regulasi pasar prediksi terdesentralisasi ini—ketika perilaku di rantai (on-chain) tidak benar-benar dapat dianonimkan, sementara kerangka kepatuhan tradisional juga belum mampu mengikuti perkembangan, siapa yang akan menjaga batas tersebut?

#加密监管 #Polymarket