@Dusk_Foundation Dulu saya mengira identitas blockchain adalah sesuatu yang Anda bangun di sekitar sebuah jaringan, bukan sesuatu yang sebenarnya dibutuhkan oleh jaringannya sendiri.

Lalu saya mulai meneliti pendekatan Dusk terhadap aset yang teregulasi, dan asumsi itu menjadi lebih sulit untuk dipertahankan.

Sebuah blockchain dapat memberi tahu saya alamat mana yang memiliki sebuah aset. Namun di pasar yang teregulasi, kepemilikan hanya sebagian dari jawabannya.

Apakah peserta ini secara legal dapat memilikinya?
Bisakah mereka menerimanya?
Apakah mereka diizinkan untuk memindahkannya?

Pertanyaan-pertanyaan itu memerlukan informasi tentang peserta, bukan hanya dompetnya.

Di sinilah Citadel menarik perhatian saya. Dusk memperlakukan identitas dan akses sebagai infrastruktur melalui kredensial dan selective disclosure. Misalnya, seorang peserta dapat membuktikan sesuatu seperti domisili, rentang usia, atau akreditasi tanpa mengungkap informasi pribadi yang tidak terkait.

Pembedaan itu penting.

Alur kerja blockchain yang normal mungkin akan bertanya, “Alamat mana yang memiliki ini?”

Alur kerja yang teregulasi mungkin perlu bertanya, “Apakah peserta ini diizinkan untuk melakukan tindakan ini?”

Kedengarannya mirip, tapi mereka menyelesaikan masalah yang benar-benar berbeda.

Dan semakin saya memikirkan aset keuangan yang ditokenisasi, semakin identitas tampak bukan sekadar fitur tambahan, melainkan bagian dari infrastruktur dasar.

Itulah yang menurut saya paling menarik tentang Citadel.

Citadel menghubungkan identitas peserta dengan aturan yang menentukan apa yang sebenarnya dapat mereka lakukan di-chain.
#dusk $DUSK