Tinjauan kemarin $ETH
Beberapa teman penggemar meminta saya untuk menganalisis penyebab kenaikan besar ETH kemarin. Saya rangkum penyebabnya menjadi tiga poin berikut:
1. Kementerian Keuangan AS mengumumkan akan menggandakan skala repo obligasi pemerintah jangka panjang dari setiap kali sebesar 2 miliar dolar menjadi minimal 4 miliar dolar. Kebijakan ini diinterpretasikan pasar sebagai “versi ringan dari pelonggaran kuantitatif (QE)”. Dampaknya cepat menekan imbal hasil obligasi jangka panjang. Sederhananya, jumlah uang yang beredar di pasar bertambah, risk appetite (selera risiko) ikut menghangat, sehingga dana mulai mengalir ke aset-aset berisiko seperti Bitcoin dan Ethereum—ini menjadi titik awal kenaikan seluruh pasar kripto.
2. Kenaikan ETH jauh melampaui Bitcoin, karena ETH menikmati tambahan “insentif kebijakan”.
Pada sehari sebelum lonjakan (18 Agustus), Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengusulkan kerangka baru untuk aset kripto, yang memberikan jalur pengecualian penerbitan yang jelas bagi proyek-proyek selama memenuhi syarat pengungkapan. Ini dipandang pasar sebagai sinyal besar bahwa regulasi bergeser dari “lebih menekankan penegakan hukum” menjadi “aturan yang lebih jelas”. Sebagai platform kontrak pintar utama, Ethereum selama ini menghadapi risiko ketidakpastian regulasi yang jauh lebih tinggi; ketidakpastian tersebut pun turun drastis. Perbaikan “kejelasan regulasi” ini berdampak jauh lebih langsung dan signifikan terhadap dorongan bagi ETH dibanding Bitcoin.
3. Kepanikan yang dipicu posisi short.
Sebelum lonjakan, banyak pihak berada dalam posisi short; setelah kabar baik terwujud dan harga melonjak, sebagian orang terpaksa mengejar (stop loss) dengan membeli lebih banyak atau berlomba membeli ETH, sehingga makin mengerek harga.
“Short squeeze” ini membentuk siklus: kenaikan harga → short squeeze / likuidasi posisi short → orang membeli lebih banyak → harga naik lagi, sehingga memperbesar lonjakan secara ekstrem.
Data menunjukkan total nilai likuidasi pasar mata uang kripto pada satu hari mencapai 1,92 miliar dolar, dan likuidasi untuk ETH saja melebihi 1,1 miliar dolar; sebagian besar adalah likuidasi posisi short.
Tiga poin di atas adalah penyebab utama lonjakan ETH dari kemarin hingga hari ini. Saat ini mulai terlihat fenomena “bull kembali muncul”; ke depan sangat mungkin pasar bergerak dalam tren satu arah (sideways/naik) dan saat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed berubah menjadi ekspektasi penurunan suku bunga pada bulan September, barulah waktu yang tepat untuk “benar-benar lepas landas”.
Saat ini, strategi arus utama pada dasarnya hanya bisa melakukan koreksi lalu membeli (buy on dip). Saya tidak menyarankan untuk short.
Kalau kamu belum yakin dengan arah pergerakan, kamu bisa berdiskusi dengan saya. Semoga ini berguna buat kamu #美联储纪要显示不支持降息
Beberapa teman penggemar meminta saya untuk menganalisis penyebab kenaikan besar ETH kemarin. Saya rangkum penyebabnya menjadi tiga poin berikut:
1. Kementerian Keuangan AS mengumumkan akan menggandakan skala repo obligasi pemerintah jangka panjang dari setiap kali sebesar 2 miliar dolar menjadi minimal 4 miliar dolar. Kebijakan ini diinterpretasikan pasar sebagai “versi ringan dari pelonggaran kuantitatif (QE)”. Dampaknya cepat menekan imbal hasil obligasi jangka panjang. Sederhananya, jumlah uang yang beredar di pasar bertambah, risk appetite (selera risiko) ikut menghangat, sehingga dana mulai mengalir ke aset-aset berisiko seperti Bitcoin dan Ethereum—ini menjadi titik awal kenaikan seluruh pasar kripto.
2. Kenaikan ETH jauh melampaui Bitcoin, karena ETH menikmati tambahan “insentif kebijakan”.
Pada sehari sebelum lonjakan (18 Agustus), Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengusulkan kerangka baru untuk aset kripto, yang memberikan jalur pengecualian penerbitan yang jelas bagi proyek-proyek selama memenuhi syarat pengungkapan. Ini dipandang pasar sebagai sinyal besar bahwa regulasi bergeser dari “lebih menekankan penegakan hukum” menjadi “aturan yang lebih jelas”. Sebagai platform kontrak pintar utama, Ethereum selama ini menghadapi risiko ketidakpastian regulasi yang jauh lebih tinggi; ketidakpastian tersebut pun turun drastis. Perbaikan “kejelasan regulasi” ini berdampak jauh lebih langsung dan signifikan terhadap dorongan bagi ETH dibanding Bitcoin.
3. Kepanikan yang dipicu posisi short.
Sebelum lonjakan, banyak pihak berada dalam posisi short; setelah kabar baik terwujud dan harga melonjak, sebagian orang terpaksa mengejar (stop loss) dengan membeli lebih banyak atau berlomba membeli ETH, sehingga makin mengerek harga.
“Short squeeze” ini membentuk siklus: kenaikan harga → short squeeze / likuidasi posisi short → orang membeli lebih banyak → harga naik lagi, sehingga memperbesar lonjakan secara ekstrem.
Data menunjukkan total nilai likuidasi pasar mata uang kripto pada satu hari mencapai 1,92 miliar dolar, dan likuidasi untuk ETH saja melebihi 1,1 miliar dolar; sebagian besar adalah likuidasi posisi short.
Tiga poin di atas adalah penyebab utama lonjakan ETH dari kemarin hingga hari ini. Saat ini mulai terlihat fenomena “bull kembali muncul”; ke depan sangat mungkin pasar bergerak dalam tren satu arah (sideways/naik) dan saat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed berubah menjadi ekspektasi penurunan suku bunga pada bulan September, barulah waktu yang tepat untuk “benar-benar lepas landas”.
Saat ini, strategi arus utama pada dasarnya hanya bisa melakukan koreksi lalu membeli (buy on dip). Saya tidak menyarankan untuk short.
Kalau kamu belum yakin dengan arah pergerakan, kamu bisa berdiskusi dengan saya. Semoga ini berguna buat kamu #美联储纪要显示不支持降息
