🚨🇺🇸🇮🇷 BERITA TERKINI: Trump baru saja menyatakan perang ekonomi penuh terhadap Iran, "Economic D-Day," setelah perundingan runtuh untuk selamanya.
"Tidak ada yang memberi Republik Islam Iran kesempatan lebih besar untuk membuat Kesepakatan selain saya. SECARA TRAGIS, bagi mereka, mereka gagal memanfaatkannya," tulis Trump di Truth Social. "Karena itu, hari ini, saya mengumumkan OPERASI EKONOMI PALING MELUMPUHKAN yang PERNAH DILAKUKAN TERHADAP NEGARA APAPUN!"
Klaimnya tentang militer Iran: angkatan laut lenyap, angkatan udara hancur, pabrik-pabrik militer tinggal puing, mata uang tak bernilai, negara itu "bergantung pada seutas benang".
Lalu ancaman nyata, yang ditujukan jauh melampaui Iran: negara mana pun yang membiarkan bank, bisnis, bandara, atau lembaga pemerintahnya memberikan jalur penyelamat finansial bagi Iran akan menghadapi "KONSEKUENSI EKONOMI yang SANGAT BESAR." Penyelundupan minyak, jalur pertukaran mata uang, transfer uang tunai, rumah penukaran, registri kapal, perusahaan kedok—semuanya ditargetkan sekaligus.
Ini terjadi sehari setelah UEA, salah satu mitra dagang terpenting Iran, menghentikan semua perdagangan dan urusan keuangan dengan Teheran, menyusul apa yang disebutnya dua rudal balistik Iran yang ditembakkan ke negara Teluk tersebut.
Latar belakang ini membuat semuanya semakin tajam. Perang kini sudah berjalan 178 hari sejak AS dan Israel pertama kali menyerang Iran. Trump telah menyatakan itu "menang" berkali-kali, namun pertempuran terus berlanjut. Lalu lintas kapal melalui Hormuz masih menjadi sebagian kecil dari level sebelum perang, hanya 73 transit minggu lalu dibanding 91 pada minggu sebelumnya.
Daya ungkit terbesar yang belum ditarik Trump: sanksi terhadap bank-bank Tiongkok yang membiayai perdagangan minyak Iran. Para analis menyebut itu sebagai langkah tunggal yang paling berdampak. Namun Trump mengundang Xi Jinping dari Tiongkok untuk kunjungan kenegaraan pada bulan September—sebuah komplikasi yang mungkin menjelaskan keraguannya.
Menteri Luar Negeri Iran sudah mulai menyerang balik, menuduh Washington meningkatkan sanksi sebagai penghalang agar tak ada akhir konflik yang benar-benar dinegosiasikan.
#Iran #Trump #Sanctions #Geopolitics #BreakingNews