Sekarang laptop-laptop yang sudah “dibikin ribet” oleh AI jadi mahalnya keterlaluan. Dulu laptopnya sempat nge-lag sampai harus banget dipakai buat kerja, jadi saya mau ganti yang baru, tapi terlalu mahal. Akhirnya saya cari orang buat ngecek penyebabnya. Begitu dicek, ternyata ada tumpukan software yang masing-masing memanggil fungsi tingkat rendah sistem, saling berebut sumber daya. Juragan saya dapat ide lain—beberapa operasi yang paling menghabiskan resource langsung dijadikan akselerasi perangkat keras, tidak lagi memakai simulasi lewat software. Hasilnya, kecepatannya langsung beda.
Yang dilakukan Dusk lewat mesin virtualnya, Piecrust, juga mirip. Kontrak pintar itu sendiri dijalankan di dalam sandbox WASM—tujuannya keamanan dan portabilitas, tapi biayanya adalah lambat. Terutama operasi kriptografi seperti hashing, verifikasi tanda tangan, dan zero-knowledge proof: kalau semuanya dijalankan di sandbox, overhead-nya besar. Cara Dusk adalah mengangkat operasi yang frekuensinya tinggi itu secara terpisah, dibuat jadi “host function”, lalu langsung memanggil kode native di bawahnya untuk dieksekusi—jadi tidak dihitung kasar di dalam WASM.
Beberapa yang diangkat itu antara lain: hashing pakai Blake2b dan Poseidon, verifikasi pakai verify_plonk (bukti PlonK), verify_groth16_bn254, serta dua jenis verifikasi tanda tangan: verify_schnorr dan verify_bls. Ini pada dasarnya mencakup operasi kriptografi yang dipakai oleh seluruh mekanisme privasi dan konsensus milik Dusk. Artinya, pekerjaan paling berat itu dibukakan “jalan pintas”, tidak mengikuti rute normal sandbox.
Desain ini memberi efisiensi eksekusi, tapi juga berarti kebenaran implementasi host function itu sendiri jadi sangat krusial—begitu ada celah pada fungsi native tersebut, dampaknya lebih langsung daripada masalah di lapisan software, karena semua kontrak memakai saluran akselerasi tingkat rendah yang sama.
$DUSK
#dusk @Dusk