Pagi ini saya sempat merapikan beberapa posisi yang akan jatuh tempo yang ada di tangan, lalu saya curahkan sedikit keluh kesah soal pengalaman saya mengeksekusi arbitrase lintas-periode dan praktik meminjam di TermMax akhir-akhir ini.
Bermain dengan skema fixed rate (suku bunga tetap) ini, banyak orang sebenarnya menganggapnya seperti deposito berjangka bernominal besar di on-chain. Tapi dari pengalaman saya selama setengah bulan menjalankannya, posisi paling serunya justru “leverage yang deterministik”. Minggu lalu saya melihat peluang basis jangka pendek, ingin meminjam stablecoin untuk menangkap potongan pada spot. Jika meminjam di pool floating (mengambang) yang sudah lama, yang paling saya takutkan adalah: setelah meminjam, dalam dua hari saja utilisasi pinjaman di seluruh jaringan langsung memuncak; APY pinjaman melonjak dari 4% ke 20%. Akhirnya bukan hanya tidak dapat untung dari basis, malah seluruhnya saya jadikan “uang kerja” untuk membayar bunga pinjaman.
Namun di fixed期限 (jangka waktu tetap), saya mengunci biaya pembayaran kembali sampai mati saat momen meminjam. Operasi yang menjadikan biaya pinjaman sebagai konstanta yang pasti—untuk strategi-strategi tertentu yang punya siklus—memang terasa sangat memuaskan.
Tapi enak juga ya, kenyataannya saat dipakai juga benar-benar menguji mental.
Yang paling bikin pusing adalah ketelitian kecocokan aset (granularitas). Misalnya saya ingin meminjam dana dengan siklus 45 hari, tapi di pasar order utama yang tersedia itu entah 14 hari atau 90 hari saja. Kalau pilih 14 hari, saat jatuh tempo saya harus menggulung (rolling) posisi lagi; selain makan dua kali biaya Gas di tengah jalan, saya juga harus lihat wajah (kondisi) suku bunga pada saat order. Kalau pilih 90 hari, biaya dana untuk tambahan 45 hari di belakangnya—saya bayar penuh tanpa hasil. Proses matching yang tidak kontinu seperti ini, di bull market ketika orang-orang tak terlalu peduli dengan “aus”/gesekan masih bisa; tapi di market yang bergejolak, setiap butir biaya gesekan itu langsung mengiris sampai jadi rugi.
Pemahaman yang lebih dalam sebenarnya begini: fixed-rate lending pada dasarnya bukan sedang “melakukan pinjam-meminjam”, melainkan “melakukan penetapan ulang (re-pricing) terhadap volatilitas dan preferensi likuiditas”.
Ketika pemberi pinjaman mengunci dananya ke dalam sebuah pool tetap, secara permukaan memang mengejar rasa aman yang tenang dan bahagia. Tapi pada praktiknya, pemberi pinjaman justru menyerahkan “premium likuiditas” kepada sistem, dengan imbalan imbal hasil minimum yang relatif kecil. Sementara itu, peminjam membeli volatilitas—baik untuk strategi sell (take short) maupun buy (take long) volatilitas—dengan membeli opsi lewat biaya bunga yang jelas dan gesekannya rendah. Jika sebuah protokol tidak bisa menyediakan kurva market-making sekunder yang sangat efisien, maka semakin lama pemberi pinjaman mengunci dana, semakin tinggi pula biaya kesempatan terselubung yang pada akhirnya “hilang”.
Saat orang-orang menggunakan alat fixed-rate ini, strategi apa yang paling sering dipakai: #termmax @TermMax $ETH
Bermain dengan skema fixed rate (suku bunga tetap) ini, banyak orang sebenarnya menganggapnya seperti deposito berjangka bernominal besar di on-chain. Tapi dari pengalaman saya selama setengah bulan menjalankannya, posisi paling serunya justru “leverage yang deterministik”. Minggu lalu saya melihat peluang basis jangka pendek, ingin meminjam stablecoin untuk menangkap potongan pada spot. Jika meminjam di pool floating (mengambang) yang sudah lama, yang paling saya takutkan adalah: setelah meminjam, dalam dua hari saja utilisasi pinjaman di seluruh jaringan langsung memuncak; APY pinjaman melonjak dari 4% ke 20%. Akhirnya bukan hanya tidak dapat untung dari basis, malah seluruhnya saya jadikan “uang kerja” untuk membayar bunga pinjaman.
Namun di fixed期限 (jangka waktu tetap), saya mengunci biaya pembayaran kembali sampai mati saat momen meminjam. Operasi yang menjadikan biaya pinjaman sebagai konstanta yang pasti—untuk strategi-strategi tertentu yang punya siklus—memang terasa sangat memuaskan.
Tapi enak juga ya, kenyataannya saat dipakai juga benar-benar menguji mental.
Yang paling bikin pusing adalah ketelitian kecocokan aset (granularitas). Misalnya saya ingin meminjam dana dengan siklus 45 hari, tapi di pasar order utama yang tersedia itu entah 14 hari atau 90 hari saja. Kalau pilih 14 hari, saat jatuh tempo saya harus menggulung (rolling) posisi lagi; selain makan dua kali biaya Gas di tengah jalan, saya juga harus lihat wajah (kondisi) suku bunga pada saat order. Kalau pilih 90 hari, biaya dana untuk tambahan 45 hari di belakangnya—saya bayar penuh tanpa hasil. Proses matching yang tidak kontinu seperti ini, di bull market ketika orang-orang tak terlalu peduli dengan “aus”/gesekan masih bisa; tapi di market yang bergejolak, setiap butir biaya gesekan itu langsung mengiris sampai jadi rugi.
Pemahaman yang lebih dalam sebenarnya begini: fixed-rate lending pada dasarnya bukan sedang “melakukan pinjam-meminjam”, melainkan “melakukan penetapan ulang (re-pricing) terhadap volatilitas dan preferensi likuiditas”.
Ketika pemberi pinjaman mengunci dananya ke dalam sebuah pool tetap, secara permukaan memang mengejar rasa aman yang tenang dan bahagia. Tapi pada praktiknya, pemberi pinjaman justru menyerahkan “premium likuiditas” kepada sistem, dengan imbalan imbal hasil minimum yang relatif kecil. Sementara itu, peminjam membeli volatilitas—baik untuk strategi sell (take short) maupun buy (take long) volatilitas—dengan membeli opsi lewat biaya bunga yang jelas dan gesekannya rendah. Jika sebuah protokol tidak bisa menyediakan kurva market-making sekunder yang sangat efisien, maka semakin lama pemberi pinjaman mengunci dana, semakin tinggi pula biaya kesempatan terselubung yang pada akhirnya “hilang”.
Saat orang-orang menggunakan alat fixed-rate ini, strategi apa yang paling sering dipakai: #termmax @TermMax $ETH
纯当存单吃固定利息,懒得看盘折腾
25%
锁死借款成本,跑带期限的套利或基差策略
50%
挂单当做市商,赚两端利差和折价空间
0%
嫌流动性不够灵活,还是更习惯随时进出的浮动池子
25%
4 Voting • Voting ditutup