Ya — ada potensi pendorong permintaan yang kuat di sekitar $XRP yang mungkin sedang dinilai terlalu rendah oleh pasar: penyelesaian institusional dan infrastruktur aset yang ditokenisasi.
Bagian yang menarik adalah bahwa adopsi XRPL sedang meluas di luar sekadar transfer kripto. Perkembangan terbaru mengarah pada pembayaran lintas negara, Treasury/RWA yang ditokenisasi, likuiditas stablecoin, bahkan pembayaran yang melibatkan agen AI. Sebuah pilot pada Mei 2026 yang melibatkan Ondo, Kinexys milik J.P. Morgan, Mastercard, dan Ripple menggunakan XRPL untuk memproses sisi aset dari transaksi Treasury lintas negara yang ditokenisasi dalam waktu kurang dari lima detik.
PR Newswire +1
Namun, ada perbedaan penting: lebih banyak penggunaan XRPL tidak otomatis berarti tekanan beli XRP yang lebih besar. Beberapa aktivitas institusional dapat terjadi melalui stablecoin atau aset lain, jadi sinyal kunci yang perlu diperhatikan adalah apakah aktivitas jaringan yang terus bertambah benar-benar menciptakan permintaan likuiditas yang persisten untuk XRP.
Bitcoin Foundation +1
Tesis bullishnya: jika penyelesaian institusional, aset yang ditokenisasi, dan likuiditas lintas negara semakin membutuhkan XRP sebagai aset penghubung, permintaan bisa menjadi lebih struktural daripada sekadar spekulatif.
Ujian pasar: meningkatnya penggunaan XRPL + permintaan likuiditas $XRP yang bertahan + arus masuk institusional yang kembali. Jika ketiganya mulai bergerak bersama, valuasi saat ini bisa terlihat semakin tidak terhubung dari fundamental. �
21shares

#AdnocPlansToTrimAsiaCrudeShipments #UAEEndsEconomicTiesWithIran #UAEEndsEconomicTiesWithIran #SKHynixToUse50%FreeCashFlowForShareholderReturns