Pada 19 Agustus, Bitcoin terus meroket dari 64.000 dolar hingga 69.500 dolar.
Dalam 24 jam, posisi short senilai 1,44 miliar dolar dilikuidasi.
Perbandingan penutupan posisi short vs long adalah 8,6:1.
Ethereum ikut meledak naik 19%.
Emas melonjak 4,3% dalam sehari, menembus 4.500 dolar.
Dan semua ini bermula dari sebuah pengumuman yang tampaknya tidak ada kaitannya—
Kementerian Keuangan AS mengumumkan akan meningkatkan skala repo obligasi pemerintah jangka panjang dari setiap transaksi 2 miliar dolar menjadi setidaknya 4 miliar dolar.
40 miliar dolar—jika ditempatkan di pasar obligasi pemerintah AS yang dapat diperdagangkan senilai 32 triliun dolar, bahkan tidak akan menimbulkan riak sedikit pun.
Tapi bagaimana reaksi pasar?
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun melompat turun dari 5,34% ke 5,18%.
Bitcoin naik 8%+.
Short senilai 1,44 miliar terdilik (terlikuidasi).
Sinyal senilai 4 miliar dolar mendorong likuidasi senilai 1,44 miliar dolar.
Ini bukan sulap. Ini matematika pasar dengan leverage.
Langkah pertama: Kementerian Keuangan melempar suar sinyal “mini-QE”
Kementerian Keuangan tidak mengatakan akan mencetak uang. Mereka hanya bilang: “Aku mau beli sedikit obligasi jangka panjang, bantu pasar menampung.”
Namun pasar menangkap kalimat tersirat: “Imbal hasil ujung panjang terlalu tinggi, aku tidak suka, aku ingin menekannya.”
Imbal hasil obligasi tenor 30 tahun sempat melonjak ke 5,337%, tertinggi sejak 2007. Imbal hasil tenor 10 tahun juga berada di level tinggi bertahun-tahun.
Kementerian Keuangan turun tangan bukan untuk menyelamatkan pasar, melainkan untuk menyelamatkan dirinya sendiri.
Tapi pasar tidak peduli sedetail itu. Skenario “opsi jual Kementerian Keuangan” sudah dihafal pasar.
Langkah kedua: imbal hasil obligasi tenor panjang jatuh seperti terjun → “jangkar penilaian” aset global menjadi longgar
Imbal hasil ujung panjang (long end) adalah jangkar penetapan harga untuk seluruh aset berisiko di global.
Kalau jangkar jatuh, semua kapal akan ikut mengapung.
Saham AS naik sedikit saja dengan sopan. Emas memantul ganas, 4,3%.
Bagaimana dengan bitcoin?
Langsung lepas landas.
Langkah ketiga: short BTC diserang dengan bidikan yang tepat
Nah, bagian yang paling seru justru ini.
Para short menumpuk posisi besar di sekitar 65.000 dolar. Sebuah short sebanyak 1.800 BTC senilai 125 juta dolar dibuka pada 63.991 dolar, langsung dilikuidasi, rugi 2,92 juta dolar.
Likuidasi short = short harus membeli untuk menutup posisi = order buy membanjir = harga terus naik = lebih banyak short terdilik.
Sifat reflekstif (reflexivity).
Itulah sebabnya dari 64.000 ke 69.500 hanya butuh satu malam.
Bukan karena pihak long terlalu kuat, melainkan pihak short terlalu sesak.
40 miliar dolar menggerakkan likuidasi senilai 1,44 miliar. Begitulah pasar leveraged: tidak masuk akal.
Tapi repo dari Kementerian Keuangan itu bukan QE. Tidak mencetak uang, tidak memperluas neraca, hanya permainan dengan persediaan yang sudah ada (existing stock).
Imbal hasil tenor 30 tahun turun dari 5,34% ke 5,18%, hanya turun 16 basis poin.
Kalau besok data inflasi melampaui ekspektasi dan pasokan penerbitan surat utang melonjak, 16 basis poin itu bisa naik lagi dalam sehari.
Nanti, semua aset yang hari ini naik karena “opsi jual (put option) dari Kementerian Keuangan” akan memuntahkan semuanya kembali dua kali lipat.
Pada 9 September, aturan baru resmi berlaku.
Sampai 4 November, Kementerian Keuangan memiliki setidaknya 8 jendela peluang untuk melakukan repo.
Setiap kali 4 miliar, paling tinggi menopang sampai 32 miliar.
Di depan pasar obligasi AS senilai 40 triliun dolar, bahkan pecahan kecil pun tidak berarti apa-apa.
Tapi pasar tidak peduli nilai absolut. Yang pasar pedulikan adalah sinyal.
Selama sinyal masih ada—“Kementerian Keuangan bersedia melakukan intervensi pada imbal hasil ujung panjang”—peluang (odds) untuk melakukan short aset berisiko berubah.
Tapi kalau sinyal itu hilang bagaimana?

