Trailing Stop Dinamis:
Trailing stop dinamis berarti Anda bisa menangkap pergerakan besar; tentu saja, ini juga berarti Anda harus mampu menerima potensi penarikan (drawdown).
Mendapatkan keuntungan yang masuk ke saku, lalu harus mengeluarkannya lagi—rasa tidak enaknya itu tidak kalah dengan kondisi “terlewat” tanpa meraih profit.
Jadi, orang yang bisa melakukan trailing stop dinamis, saya sangat mengaguminya; dari segi pola pikir dan aspek mental lainnya, mereka di atas rata-rata.
Mengapa banyak orang sulit melakukannya? Ada dua penyebab:
1. Tidak mau menerima drawdown
2. Tidak bisa membaca titik harga dengan baik, sehingga stop loss yang dipasang menjadi “stop loss yang tidak efektif”
Dalam kondisi pasar sehari-hari, Anda mungkin sulit melihat manfaat trailing stop dinamis; bahkan sering kali rasanya seperti naik turun wahana (roller coaster). Namun dalam satu siklus bull market (pasar naik), trailing stop dinamis justru sering kali mampu menghasilkan hasil yang besar.
Pertama adalah mindset (pola pikir). Mindset untuk trailing stop dinamis harus benar-benar dibuat setara/tenang. Saya sering mengatakan: **“Kalau sudah melakukan trailing stop dinamis, anggap saja order Anda sudah take profit pada level stop loss terdekat!”** Hanya dengan mindset seperti itu, Anda bisa bertahan memegang order.
Lalu, bagaimana cara melihat posisi untuk trailing stop dinamis? Saya biasanya menyarankan: letakkan sedikit di bawah titik retracement (pullback)! Atau di bawah support terdekat. 【Soal timeframe/level: lakukan sesuai level yang Anda trading—lihat timeframe apa yang dipakai!】
Tentu ada juga situasi ketika pergerakan harga sangat cepat. Jika demikian, posisi trailing stop dinamis bisa menyebabkan penarikan profit yang cukup besar. Kalau begitu, disarankan untuk melakukan take profit secara bertahap (cuti sebagian keuntungan bertahap).
Trailing stop dinamis berarti Anda bisa menangkap pergerakan besar; tentu saja, ini juga berarti Anda harus mampu menerima potensi penarikan (drawdown).
Mendapatkan keuntungan yang masuk ke saku, lalu harus mengeluarkannya lagi—rasa tidak enaknya itu tidak kalah dengan kondisi “terlewat” tanpa meraih profit.
Jadi, orang yang bisa melakukan trailing stop dinamis, saya sangat mengaguminya; dari segi pola pikir dan aspek mental lainnya, mereka di atas rata-rata.
Mengapa banyak orang sulit melakukannya? Ada dua penyebab:
1. Tidak mau menerima drawdown
2. Tidak bisa membaca titik harga dengan baik, sehingga stop loss yang dipasang menjadi “stop loss yang tidak efektif”
Dalam kondisi pasar sehari-hari, Anda mungkin sulit melihat manfaat trailing stop dinamis; bahkan sering kali rasanya seperti naik turun wahana (roller coaster). Namun dalam satu siklus bull market (pasar naik), trailing stop dinamis justru sering kali mampu menghasilkan hasil yang besar.
Pertama adalah mindset (pola pikir). Mindset untuk trailing stop dinamis harus benar-benar dibuat setara/tenang. Saya sering mengatakan: **“Kalau sudah melakukan trailing stop dinamis, anggap saja order Anda sudah take profit pada level stop loss terdekat!”** Hanya dengan mindset seperti itu, Anda bisa bertahan memegang order.
Lalu, bagaimana cara melihat posisi untuk trailing stop dinamis? Saya biasanya menyarankan: letakkan sedikit di bawah titik retracement (pullback)! Atau di bawah support terdekat. 【Soal timeframe/level: lakukan sesuai level yang Anda trading—lihat timeframe apa yang dipakai!】
Tentu ada juga situasi ketika pergerakan harga sangat cepat. Jika demikian, posisi trailing stop dinamis bisa menyebabkan penarikan profit yang cukup besar. Kalau begitu, disarankan untuk melakukan take profit secara bertahap (cuti sebagian keuntungan bertahap).
