Terlanjur mulai lebih dulu, kalau rugi malah ingin bertahan, selalu merasa kalau bisa dipukul balik berarti tidak benar-benar rugi. Akhirnya beberapa kali bertahan menghadapi kerugian kecil, lalu justru bertahan untuk satu kali kerugian besar sampai langsung blow up (bangkrut). Belakangan aku ganti cara berpikir: menjadikan stop loss sebagai biaya untuk mencoba. Sebelum masuk, hitung dulu: transaksi ini maksimal rugi berapa, kalau bisa diterima baru lakukan, kalau tidak bisa diterima jangan. Begitu sudah menyentuh garis stop loss, tidak ragu—potong, lalu lihat peluang lain. Pernah suatu kali long SOL, setelah masuk harganya turun menembus support; rugi 5% lalu keluar. Dua hari kemudian kembali berdiri di atas level support, volumenya juga sudah muncul, lalu aku masuk lagi dan mendapat profit 40%. Kalau saat pertama kali tidak pergi dan terus bertahan, meskipun nantinya naik kembali, penurunan di tengah itu sudah lebih dulu mengeluarkanku. Stop loss bukan tanda menyerah, melainkan cara menyisakan kesempatan untuk datang lagi#FedMinutesShowNoSupportForRateCuts $HYPE