Kenaikan semalam ini memang benar-benar bikin bersemangat, sampai hampir jam 1 pagi pun rasanya sulit untuk tidur.
Daripada cuma bengong, aku keluarkan ponsel, rapikan alamat dompet, dan cek lagi beberapa posisi yang dijaminkan. Baru sadar separuh token PT dan semua LST-ku ternyata sedang menikmati basic yield—nggak sama sekali dipakai untuk menambah leverage. Teman lama yang suka kuantitatif, A Kai, menanyakan satu kalimat saat itu: “Tumpukan asetmu ini, selain ditaruh buat makan bunga, bisa buat apa lagi?” Aku lempar TermMax ke dia, dia nggak langsung menanggapi. Sepertinya dia nggak menyangka “aset mati” ini masih bisa bergerak lagi.
Kalau biasanya protokol pinjam-meminjam yang sering kita temui, aset jaminannya itu-itu saja—umumnya beberapa koin mainstream: ETH, stablecoin, paling banter ditambah LST. Di sisi TermMax, bukanya lebih lebar: LST, LRT seperti aset derivatif hasil staking bisa langsung jadi jaminan, PT yang dipecah dari Pendle juga diterima, bahkan RWA pun bisa dimasukkan sebagai jaminan. Artinya, aset yang tadinya berbaring diam di protokol lain dan cuma makan basic yield, bisa ditarik keluar untuk menambah satu lapis leverage lagi. Utilisasi modal langsung naik—nggak perlu lebih dulu redeem lalu ribet muter-muter biaya lagi.
Itu juga bukan cuma ngumpul di mainnet Ethereum; node-nya sudah dipasang di berbagai rantai EVM. Tinggal pilih sisi mana yang butuh pinjaman, semuanya bisa dirangkai. Jadi, konsep “bunga tetap” ini disalin dan diuji di lingkungan likuiditas yang berbeda. Cara berpikir seperti ini cukup cerdas—daripada mengerahkan tenaga sampai habis di satu rantai, mending buka banyak jalur: aset yang mengendap di berbagai rantai bisa dihidupkan lagi oleh mekanisme ini.
Tentu risikonya juga ada: makin banyak rantai, kedalaman likuiditas di tiap rantai cenderung terpecah dan jadi lebih tipis. Terutama untuk rantai yang baru diluncurkan—efisiensi pencocokan dan kedalaman antrian order masih terus menanjak. Selain itu, derivatif jaminan seperti PT sendiri punya kompleksitas pada struktur jatuh temponya; tidak semua pemula bisa memainkannya dengan mudah.
Aku berencana mulai mencoba jalur jaminan ini dengan sedikit saja posisi PT, dan pengamatannya sederhana: dalam satu bulan ke depan, apakah laju pertumbuhan penguncian (locking) aset di rantai baru bisa mengikuti ritme mainnet? Kalau tidak, berarti skema penempatan multi-rantai ini masih kemungkinan besar cuma ramai—bukan tanpa petir dan hujan benar-benar deras.
#TermMax @TermMax
Daripada cuma bengong, aku keluarkan ponsel, rapikan alamat dompet, dan cek lagi beberapa posisi yang dijaminkan. Baru sadar separuh token PT dan semua LST-ku ternyata sedang menikmati basic yield—nggak sama sekali dipakai untuk menambah leverage. Teman lama yang suka kuantitatif, A Kai, menanyakan satu kalimat saat itu: “Tumpukan asetmu ini, selain ditaruh buat makan bunga, bisa buat apa lagi?” Aku lempar TermMax ke dia, dia nggak langsung menanggapi. Sepertinya dia nggak menyangka “aset mati” ini masih bisa bergerak lagi.
Kalau biasanya protokol pinjam-meminjam yang sering kita temui, aset jaminannya itu-itu saja—umumnya beberapa koin mainstream: ETH, stablecoin, paling banter ditambah LST. Di sisi TermMax, bukanya lebih lebar: LST, LRT seperti aset derivatif hasil staking bisa langsung jadi jaminan, PT yang dipecah dari Pendle juga diterima, bahkan RWA pun bisa dimasukkan sebagai jaminan. Artinya, aset yang tadinya berbaring diam di protokol lain dan cuma makan basic yield, bisa ditarik keluar untuk menambah satu lapis leverage lagi. Utilisasi modal langsung naik—nggak perlu lebih dulu redeem lalu ribet muter-muter biaya lagi.
Itu juga bukan cuma ngumpul di mainnet Ethereum; node-nya sudah dipasang di berbagai rantai EVM. Tinggal pilih sisi mana yang butuh pinjaman, semuanya bisa dirangkai. Jadi, konsep “bunga tetap” ini disalin dan diuji di lingkungan likuiditas yang berbeda. Cara berpikir seperti ini cukup cerdas—daripada mengerahkan tenaga sampai habis di satu rantai, mending buka banyak jalur: aset yang mengendap di berbagai rantai bisa dihidupkan lagi oleh mekanisme ini.
Tentu risikonya juga ada: makin banyak rantai, kedalaman likuiditas di tiap rantai cenderung terpecah dan jadi lebih tipis. Terutama untuk rantai yang baru diluncurkan—efisiensi pencocokan dan kedalaman antrian order masih terus menanjak. Selain itu, derivatif jaminan seperti PT sendiri punya kompleksitas pada struktur jatuh temponya; tidak semua pemula bisa memainkannya dengan mudah.
Aku berencana mulai mencoba jalur jaminan ini dengan sedikit saja posisi PT, dan pengamatannya sederhana: dalam satu bulan ke depan, apakah laju pertumbuhan penguncian (locking) aset di rantai baru bisa mengikuti ritme mainnet? Kalau tidak, berarti skema penempatan multi-rantai ini masih kemungkinan besar cuma ramai—bukan tanpa petir dan hujan benar-benar deras.
#TermMax @TermMax
