🔥Dua hari terakhir ini saya masing-masing membahas penetapan suku bunga tetap yang bersifat deterministik dan desain Alpha yang tidak memerlukan penyelesaian/likuidasi. Hari ini saya ingin meluruskan mekanisme yang ada di baliknya sedikit lebih jauh, sekaligus membandingkannya dengan Aave V3.

TermMax untuk suku bunga tetap bisa berjalan, dengan inti yang didukung oleh tiga token: FT, XT, dan GT.

FT (Fixed-rate Token) pada dasarnya seperti obligasi tanpa kupon (zero-coupon). Pemberi pinjaman membeli FT dengan diskon, dan saat jatuh tempo, FT ditebus dengan rasio 1:1 untuk token utang yang sesuai. Selisih antara harga beli dan nilai nominal adalah imbal hasil tetap yang dikunci. Suku bunga ditetapkan sejak Anda membeli—dan tidak akan berubah lagi.

XT adalah sisi lain yang saling melengkapi dengan FT. Di dalam protokol ada hubungan dasar: 1 FT + 1 XT = 1 token utang. Peminjam yang menyerahkan aset sebagai jaminan akan menerima XT, lalu menjual XT tersebut agar bisa langsung memperoleh likuiditas sekaligus mengunci biaya pinjaman.

GT (Gearing Token) kemudian membungkus posisi leverage menjadi sebuah NFT. Dalam skema pinjam-meminjam berulang yang tradisional, Anda perlu terus mengulang proses penjaminan, meminjam, lalu menjaminkan kembali. GT merangkum semua aksi itu, sehingga pengguna bisa menyelesaikan tujuan leverage hanya dengan sekali klik.

Dibandingkan dengan Aave V3, perbedaannya sangat jelas.

Aave V3 umumnya memakai suku bunga mengambang: suku bunga berubah mengikuti real-time tingkat pemanfaatan dana (utilization rate). Pernah ada Stable Rate, tetapi “suku bunga stabil” itu, pada kondisi tertentu, masih bisa disesuaikan kembali oleh protokol—jadi tidak benar-benar terkunci sepanjang waktu, dan kemudian pada dasarnya ditinggalkan. Saat ini, model yang ditonjolkan Aave tetaplah suku bunga variabel, tanpa penguncian tanggal jatuh tempo.

TermMax adalah suku bunga tetap + tenor/jangka waktu yang tetap. Suku bunga dikunci pada saat Anda masuk, dan terus terkunci sampai tanggal jatuh tempo. Ini bukan karena algoritma di belakang mengatur suku bunga, melainkan karena harga terbentuk secara alami lewat transaksi jual-beli FT dan XT.

Secara sederhana: Aave cocok untuk orang yang fleksibel keluar-masuk dan bisa menerima fluktuasi suku bunga; TermMax lebih cocok untuk yang ingin mengetahui biaya dan imbal hasil sejak awal, serta tidak ingin terganggu oleh perubahan suku bunga di tengah jalan.

Kesimpulan pribadi saya setelah melihat semuanya: mereka menjadikan “perdagangan suku bunga” sebagai token yang dapat diperdagangkan/ditransaksikan, bukan sekadar angka di belakang layar dalam protokol. Setelah memahami logika ini, melihat Alpha dan pinjaman berjangka tetap akan jauh lebih jelas.

TGE tinggal beberapa hari lagi—produk sudah berhasil menjalankan mekanismenya, jadi saya agak berharap.

#termmax @TermMax